Mojokerto,Sekilasmedia.com-7 Oktober 2025- Upaya menekan angka stunting di Kota Mojokerto terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (7/10/2025).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama dalam menjaga tumbuh kembang anak.
“Tujuan kita sama, bagaimana angka stunting di Kota Mojokerto bisa ditekan hingga nol atau zero. Berdasarkan data e-PPGBM, saat ini masih tercatat 1,54% balita yang mengalami stunting,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Tak hanya diberikan edukasi, dan makanan tambahan bergizi, pada kesempatan ini keluarga balita stunting dan wasting juga berkesempatan berdialog langsung dengan Wali Kota maupun Dinas Kesehatan.
“Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran organisasi wanita dan masyarakat. Dengan bergerak bersama, harapan kita para balita bisa tumbuh sehat sehingga ke depan kita mampu menyiapkan generasi unggul yang akan meneruskan pembangunan Kota Mojokerto,” jelasnya.
BACA JUGA : Komisi III DPRD Kab. Blitar Akan Sidak Proyek Jembatan Subali Blitar, Sekilasmedia.com Proyek Jembatan Subali yang berada di Kecamatan Sutojayan masih belum berwujud. Padahal proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut harus selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini. Hingga saat ini progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder Kec. Sutojayan tersebut masih mencapai 25 persen saja. Sejauh ini yang sudah terbangun adalah abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang jembatan sisi barat. Dengan progres yang begitu lelet, warga sekitar lokasi pun khawatir jembatan ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Menanggapi keluhan tersebut DPRD Kabupaten Blitar pun akan melakukan sidak pembangunan jembatan Subali tersebut. “Emang terkesan lelet ya, kami akan sidak ya beberapa pekan ke depan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto (Sugik), Jumat (01/12/23). Warga khawatir proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran warga tersebut didasarkan didasarkan kondisi saat ini yang telah memasuki hujan, dimana sungai Ludo Agung biasanya akan meluap ketika hujan terus turun. Jika banjir terjadi warga khawatir pondasi bangunan jembatan akan terbawa arus sungai. Sehingga jembatan yang memakan APBD senilai Rp 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan rampung. Pembangunan jembatan ini memang mengalami sejumlah kendala, mulai dari material hingga pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Subali ini ternyata belum selesai. Total ada 19 warga yang akan terdampak pembangunan jembatan Subali. Tanah dari warga tersebut baru akan dibebaskan atau diberikan ganti rugi dengan akta notaris pada pekan depan. “Memang ada kendala pembebasan lahan di sekitar lokasi dan warga terdampak tapi PUPR tetap optimis katanya bisa rampung dalam pekan depan,” tegas Sugik. (adv/ddg)
Melalui pelatihan ini, diharapkan akan semakin banyak keluarga yang siap menjadi agen perubahan. Sehingga angka stunting bisa terus ditekan sehingga lahir generasi Kota Mojokerto yang sehat, cerdas, dan unggul.
“Saya berpesan kepada para ibu agar lebih sabar dan tulus dalam merawat buah hati, karena anak adalah titipan Allah. Cinta kasih ibu merupakan faktor penting, selain gizi, yang akan menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak,” pungkas Ning Ita.