Buleleng,Sekilasmedia.com-
Seorang remaja perempuan usia 15 tahun di Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi korban kekerasan seksual pria lanjut usia berinisial AW (63).
Aksi bejat AW dilakukan sejak korban berusia 8 tahun atau masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Akibat perbuatan itu, korban kini melahirkan seorang bayi.
Berdasarkan informasi yang didapat, korban merupakan anak broken home pasca kedua orang tuanya bercerai di tahun 2016. Sang ayah bekerja sebagai buruh di Denpasar, dan menitipkan korban pada teman dekatnya yaitu AW untuk diasuh.
Namun bukannya mendapatkan perlindungan dan kasih sayang, korban justru menjadi pelampiasan nafsu bejat AW. Perbuatan ini dilakukan AW berulang kali selama tujuh tahun.
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura, Senin (10/11/2025) mengatakan, kasus ini terungkap setelah kakak korban mengetahui kondisi adiknya yang sudah melahirkan anak, lalu melapor ke kantor polisi pada 21 Februari 2025.
“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan sejak 5 November 2025. Dia dijerat Pasal tindak pidana perlindungan anak dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar,” ungkap AKP Widura.
Dari hasil penyelidikan, perbuatan AW pertama kali dilakukan pada 2016. Korban yang saat itu sedang tidur didatangi secara diam diam kemudian dipaksa untuk melakukan persetubuhan layaknya suami istri.
Tak hanya itu, AW juga menggunakan anacaman fisik untuk membungkam korban. Korban yang ketakutan terpaksa menuruti membuat AW ketagihan dan terus terusan mengulangi perbuatannya.
“Korban mengalami ancaman kekerasan. Hingga di tahun 2023, korban yang menginjak remaja atau duduk di bangku SMP hamil,”
Dari hasil serangkaian penyelidikan termasuk tes DNA terhadap korban, AW dan bayi tersebut, hasinya AW adalah ayah biologis dari bayi itu.
Mengenai nasib korban kini sudah tinggal bersama kakak kandungnya di luar Buleleng. Mengingat ayah korban yang bekerja di Denpasar telah meningal dunia pada 2024.
“Kakak korban ini sudah berumah tangga dan tinggal di luar Buleleng. Untuk bayinya dirawat oleh kakaknya,” tutup AKP Widura.