Daerah

Proyek Breakwater dan Revitalisasi Pantai Kuta – Legian – Seminyak Dikebut, Rampung Oktober 2026

×

Proyek Breakwater dan Revitalisasi Pantai Kuta – Legian – Seminyak Dikebut, Rampung Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Alat berat masih belum beraktivitas di lokasi proyek breakwater dan revitalisasi Pantai Kuta (foto sekilasmedia.com/istimewa)

Badung,Sekilasmedia.com-
Upaya perlindungan kawasan pesisir Badung Selatan, melalui pembangunan proyek breakwater dan revitalisasi garis Pantai Kuta – Legian – Seminyak, terus dikebut.

Bahkan pipa ukuran besar yang berfungi sebagai saluran untuk menyemburkan pasir laut ke daratan telah dipasang di sejumlah titik kawasan pantai tersebut.

PPK Sungai Pantai I, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Bambang Kardono, Selasa (18/11) mengatakan, saat ini penataan Pantai Kuta masih dalam pembangunan empat breakwater baru, perbaikan satu breakwater, dan tahap untuk pengisian pasir.

“Ada empat breakwater baru masing masing panjang 110 meter. Dari empat itu baru dua yang sedang dikerjakan. Rencananya pengisian pasirnya akan dimulai paling lambat Desember 2025,” kata Bambang.

Terkait dengan pipa yang akan digunakan untuk menyalurkan pasir dari kapal juga telah terpasang sekitar 600 meter, dari total panjang yang ditargetkan 1 kilometer menuju laut. Nantinya pasir itu akan disalurkan melalui sistem penyemburan langsung ke bibir pantai.

“Ini kapalnya kan ukurannya besar, saat mentransfer pasir kemungkinan nanti berhenti (jangkar) di tengah laut depan Kartika Plaza, karena laut di sana itu dalam,” jelasnya.

BACA JUGA :  Polres Gresik gelar Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024

Soal mendatangkan kapal pengeruk dan pengangkut pasir itu, ucap Bambang sedang proses administrasi dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan izin dari Pelabuhan Benoa. Bambang juga menegaskan setelah nantinya selesai pengisian pasir pipa yang dipasang itu akan dibongkar.

“Pasangan pipa itu tidak permanen, itu hanya sebagai alat bantu untuk mengisi pasir di pantai sekitar yang terkena abrasi,” tegasnya.

Pun untuk pasir yang digunakan diambil dari laut dalam yang berjarak 12 kilometer dari bibir Pantai Balangan. Pengambilan pasir itu dipastikan tidak akan merusak ekosistem di laut sekitar, karena pasir yang diambil berada pada kedalaman 50 – 60 meter di dasar laut.

“Pengambilan pasir ini sudah sesuai kajian, Amdal pun disetujui. Pasir di tengah laut itu di palung, atau pasir yang terperangkap dan tidak bisa keluar mana mana,” ungkapnya.

Meski proyek ini merupakan bagian untuk mengembalikan kondisi alam yang terdampak abrasi, namun dalam pengisian pasir juga tidak bisa dilakukan secara sertamerta. Sebab jika sedikit saja air laut mengalami keruh karena dampak dari penyemburan pasir maka stop operasi.

BACA JUGA :  Bupati Ikfina : Tanpa Media, Keberhasilan Pembangunan Tak Dapat Diketahui Masyarakat

“Jadi untuk pasir ini tidak asal tuang, kalau dalam proses pengiriman terjadi keruh air kita pasti hentikan sambil nunggu air laut itu benar benar jernih kembali,” tandasnya.

Sementara itu, humas pihak rekanan, Ahmad Ridwan menyebutkan bahwa pengerjaan proyek ini sudah berjalan maksimal dengan menerjunkan tiga shift pekerja, waktu aktivitas 8 jam siang malam tergantung situasi cuaca dan pasang surut air laut. Saat ini untuk pembangunan masih fokus pada dua breakwater.

“Kalau kendala lapangan ya cuma itu pasang surut air dan ombak besar. Semua pekerjaan lancar. Air pasang kita ngelansir material, kalau air surut baru dipasang,” ujarnya.

Menurut Iwan proyek ini ditarget rampung Oktober 2026, meski begitu untuk pengerjaannya bisa dipercepat jika diminta oleh pihak terkait. Selain itu tokoh masyarakat, kelompok nelayan serta para pedagang di Pantai Kuta sangat mendukung dengan proyek ini, mereka berharap agar timbunan pasir laut di Pantai Kuta – Legian – Seminyak segera dilakukan.

“Banyak yang minta untuk secepatnya dilakukan pengisian pasir (sand nourishment), dan pasir yang digunakan memiliki karakter serupa dengan pasir alami di Pantai Kuta,” tutupnya.