Bondowoso, sekilasmedia.com — Sidang Senat Terbuka dan Wisuda IV STIS Darul Falah Bondowoso Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Islam di Bondowoso. Pada forum akademik tersebut, STIS Darul Falah resmi beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam (IAI) Darul Falah Bondowoso, menandai babak baru perjalanan kampus pesantren yang telah berdiri sejak 2017.
Alih bentuk kelembagaan itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1800 Tahun 2025 dan diresmikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Prosesi peresmian berlangsung bersamaan dengan wisuda dan disaksikan unsur pimpinan daerah, akademisi, serta sivitas akademika.
Rektor IAI Darul Falah Bondowoso, H. Sutriyono, menjelaskan bahwa perjalanan menuju status institut bukan proses singkat. Ia mengungkapkan, kampus yang berada di lingkungan Pesantren Darul Falah Ramban Kulon, Cerme, itu memperoleh izin penyelenggaraan perguruan tinggi dari Kementerian Agama pada Agustus 2017 dalam bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS).
“Waktu itu sangat mepet. Agustus izin turun, September sudah masuk tahun akademik baru. Tapi karena amanah itu sudah diberikan, kami langsung membuka penerimaan mahasiswa baru dan menjalankan seluruh tahapan akademik,” ujar Sutriyono saat diwawancarai Sabtu (13/12/2025) malam.
Pada awal berdirinya, STIS Darul Falah hanya memiliki dua program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Kampus ini dipimpin oleh Kiai Rofi’i Ali, S.Sos hingga 2021 sebelum wafat. Setelah itu, Sutriyono ditugaskan yayasan untuk melanjutkan pembinaan dan pengembangan institusi.
“Kalau dihitung sampai 2025 ini, usia STIS Darul Falah sudah delapan tahun. Sedangkan proses pengajuan alih bentuk menjadi institut kami mulai secara serius sejak akhir 2023,” katanya.
Menurut Sutriyono, salah satu syarat utama alih bentuk adalah pengembangan rumpun keilmuan. Dari yang semula hanya berfokus pada ilmu syariah, kampus mulai membuka program studi baru di rumpun pendidikan Islam dan ekonomi bisnis Islam atas arahan dan pendampingan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.
Pada 2023, STIS Darul Falah mengajukan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) untuk rumpun pendidikan, serta Ekonomi Syariah (ES) dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS) untuk rumpun ekonomi. Izin Prodi PAI terbit lebih dahulu pada Agustus 2025 dan langsung beroperasi, disusul izin ES dan MBS pada Oktober 2025.
“Alhamdulillah, syarat dosen juga terpenuhi. Kami sudah memiliki empat doktor sebagai prasyarat minimal. Jadi secara kelembagaan dan akademik, kami siap,” ujar Sutriyono.
Ia menegaskan, alih bentuk ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dengan status institut, tuntutan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) menjadi lebih ketat dan harus dilampaui melalui kolaborasi seluruh elemen kampus.
“Ini amanah sekaligus tantangan. Tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada kerja bersama, kolaborasi pimpinan, dosen, lembaga, hingga mahasiswa,” Ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akhmad Muzakki, dalam orasi ilmiahnya menilai transformasi STIS Darul Falah menjadi IAI merupakan langkah strategis untuk menjawab dinamika pendidikan tinggi keagamaan Islam. Menurutnya, kampus pesantren harus adaptif terhadap perubahan global tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’ie menyampaikan bahwa alih bentuk ini menjadi sinyal positif bagi penguatan sumber daya manusia di daerah. Ia menilai kehadiran IAI Darul Falah akan memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas di Bondowoso.
“Perubahan status ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam mencetak lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi,” ujarnya dalam sambutan.
Wisuda IV yang digelar bersamaan dengan peresmian alih status ini juga menjadi simbol kematangan institusi. Setelah wisuda pertama digelar pada 2022 pasca-akreditasi, STIS Darul Falah konsisten meluluskan mahasiswa hingga 2025, sebelum resmi bertransformasi menjadi institut.
Dengan perubahan status tersebut, IAI Darul Falah Bondowoso kini memasuki fase baru sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang lebih terbuka, multidisipliner, dan dituntut memperkuat riset serta pengabdian masyarakat berbasis pesantren.