PURWAKARTA, Sekilasmedia.com — SMPN 1 Babakancikao menggelar syukuran atas dikabulkannya kasasi yang telah lama diperjuangkan pihak sekolah. Acara berlangsung pada Kamis (11/12) di Aula SMPN 1 Babakancikao sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kemudahan dan perlindungan-Nya selama proses hukum berjalan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, hadir mewakili Bupati Purwakarta. Ia menekankan bahwa syukuran ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan pendidikan, dan menjaga amanah dalam membina peserta didik.
“Kita harus bersyukur kepada Allah, karena setiap kemudahan adalah pertolongan-Nya. Syukuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat agar kita terus meningkatkan mutu pendidikan dan menjaga lingkungan sekolah,” ujar Kadisdik.
Acara juga diisi tausiah oleh Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, Kyai H. M. Jhon Dien, yang mengajak warga sekolah untuk memperkuat keikhlasan, menjaga persatuan, dan menjadikan kemenangan kasasi sebagai dorongan untuk bekerja lebih serius dan berintegritas di dunia pendidikan.
Turut hadir Ketua MKKS SMP Kabupaten Purwakarta, Mohamad Nursodik, M.Pd., para kepala sekolah, unsur komite, guru, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala SMPN 1 Babakancikao, Ayi Tatang, menyampaikan rasa syukur atas putusan kasasi yang dimenangkan sekolah setelah menghadapi sengketa lahan panjang. Ia menjelaskan bahwa beberapa bangunan dan fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat proses sengketa, dan InsyaAllah mulai tahun anggaran 2026, semua fasilitas yang rusak atau kotor akan diperbaiki.
Selain perbaikan fisik, pihak sekolah akan memperkuat pendidikan keagamaan, terutama literasi Al-Qur’an, bekerja sama dengan para ustazah untuk mendampingi anak-anak yang belum bisa membaca. Ayi Tatang menekankan bahwa kemenangan kasasi bukan akhir perjuangan, melainkan awal untuk menghadirkan prestasi yang lebih baik.
“Kami telah menyiapkan beberapa program penguatan akademik, termasuk penyesuaian jam pelajaran untuk kegiatan pembiasaan karakter positif siswa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendampingi dan memperjuangkan kasus ini hingga tingkat kasasi, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, unsur pembina, hingga masyarakat.
Kadisdik menegaskan bahwa sekolah harus terus menjaga kualitas pembelajaran, memperkuat ekstrakurikuler, membina karakter, serta memastikan lingkungan tetap sehat dan aman bagi peserta didik. Pada 2026, seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan inklusif bagi semua anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Dinas Pendidikan akan terus mengawal peningkatan sarana prasarana, kompetensi guru, dan tata kelola pendidikan di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Purwakarta.