SUNGAI KERUH,Sekilasmedia.com-
Halaman Kantor Camat Sungai Keruh berubah menjadi pusat keramaian pada Rabu (10/6/2026). Suasana meriah mewarnai acara yang menggabungkan pelestarian seni lokal dengan kepedulian sosial melalui Parade Budaya Komunitas Tambak Panjang Heritage, Bazar UP2K dan UMKM Desa, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj. Patimah Toha, dan disambut antusias oleh ratusan warga. Panggung utama dimeriahkan oleh beragam kesenian daerah, mulai dari parade budaya heritage, fashion show PKK Muba, hingga penampilan memukau Tari Paris Berantai yang dibawakan oleh putra-putri daerah setempat.
Melestarikan Budaya, Mendongkrak Wisata
Hj. Patimah Toha memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, parade budaya bukan sekadar hiburan, melainkan sarana strategis untuk menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan potensi wisata Muba kepada khalayak luas.
“Parade budaya ini menjadi wadah yang sangat baik untuk melestarikan budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi kepada generasi muda. Jika terus dikembangkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi daya tarik wisata yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Hj. Patimah.
Kolaborasi Atasi Inflasi Melalui Pangan Murah
Selain aspek budaya, fokus utama kegiatan ini adalah kesejahteraan ekonomi rakyat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Hj. Patimah menilai langkah ini sebagai bentuk kolaborasi efektif antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengendalikan inflasi.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu atas dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan. “Kontribusi ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik… Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Musi Banyuasin,” tambahnya.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba, Apriadi Aziz SSos MSi, menjelaskan bahwa GPM merupakan hasil sinergi tiga pihak: Dinas Ketahanan Pangan Muba, Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, dan Perum Bulog Kanwil Sumsel-Babel.
Dalam kegiatan tersebut, tersedia 1.200 paket bahan pangan yang terdiri dari beras SPHP (5 kg) dan tepung terigu (1 kg). Berkat subsidi CSR sebesar Rp10.000 per paket dari Bank Sumsel Babel, harga normal Rp74.500 turun menjadi Rp64.000 per paket.
“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” tandas Apriadi.
Menuju Sungai Keruh Expo
Camat Sungai Keruh, Henri SPd MSi, menyatakan bahwa parade budaya ini digelar sebagai upaya konkret melestarikan identitas lokal. Ia berharap agenda ini dapat berkembang menjadi event tahunan yang lebih masif, dengan rencana jangka panjang penyelenggaraan “Sungai Keruh Expo”.
Henri juga menegaskan dampak positif bantuan pangan bagi warganya. “Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Sungai Keruh. Program ini sangat membantu masyarakat kami dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” pungkasnya. ( ren)






