Sosial

Terlilit Utang Biaya Operasi, Ibu Rumah Tangga Datangi Polsek Trowulan, Polisi Beri Konseling dan Bantuan

×

Terlilit Utang Biaya Operasi, Ibu Rumah Tangga Datangi Polsek Trowulan, Polisi Beri Konseling dan Bantuan

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Trowulan Kompol Suwiji, S.H. memberikan konseling dan bantuan kepada Ibu Gimah (55), warga Desa Temon, yang mendatangi Polsek Trowulan karena terlilit utang biaya operasi, Sabtu (31/1/2026).

 

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Kisah pilu dialami seorang ibu rumah tangga bernama Gimah (55), warga Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang mendatangi Polsek Trowulan pada Sabtu pagi (31/1/2026).

Dengan berjalan kaki dari desanya menuju kantor polisi, perempuan paruh baya tersebut datang dalam kondisi tertekan akibat terlilit utang.

Ibu Gimah mengaku baru saja ditagih utang oleh tetangga serta koperasi keliling atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai bank “cuilan”. Total utang yang harus ditanggungnya mencapai Rp8 juta, yang menurut pengakuannya digunakan untuk biaya operasi tumor payudara.

BACA JUGA :  Satlantas Polresta Sidoarjo Gelar Sahur On The Road Bersama Ojol, Perkuat Sinergi di Jalan Raya

Namun hingga kini, utang tersebut belum mampu dilunasi. Kondisi ekonomi yang sulit membuat beban pikiran ibu tersebut semakin berat. Ia juga mengungkapkan memiliki tiga orang anak, namun seluruhnya telah berumah tangga dan masing-masing mengurus kehidupan keluarga sendiri.

Kapolsek Trowulan, Kompol Suwiji S.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya langsung memberikan perhatian dan pertolongan setelah mengetahui kondisi kejiwaan ibu Gimah yang memprihatinkan.

“Yang bersangkutan sempat mengaku memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi. Oleh karena itu, kami langsung memberikan konseling, bimbingan, serta penguatan mental agar yang bersangkutan tidak sampai melakukan tindakan nekat,” ujar Kompol Suwiji.

BACA JUGA :  10 Cabor Porprov Jatim Bakal Digelar di Kota Mojokerto, Dewan Berharap Persiapan Harus Matang

Setelah dilakukan pendekatan secara humanis, petugas Polsek Trowulan kemudian mengantar ibu Gimah kembali ke rumahnya serta memberikan bantuan berupa uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan empati.

“Paling tidak bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ibu Gimah, meskipun nilainya tidak seberapa,” ungkapnya.

Kompol Suwiji menegaskan bahwa meskipun kejadian tersebut bukan merupakan laporan tindak pidana, Polsek Trowulan tetap hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat. Polisi hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk menolong dan memberi rasa aman kepada warga yang sedang mengalami kesulitan,” pungkasnya.