Mojokerto,Sekilasmedia.com-Fauzia Utami, seorang ibu rumah tangga yang juga pengusaha, berhasil mengubah limbah menjadi barang bernilai tinggi dengan inovasi yang tak terbatas. Ia berasal dari Kabupaten Mojokerto.
Berdiri pada tahun 2015, bisnis kerajinan kulit yang dimilikinya kini berkembang menjadi salah satu contoh usaha kecil menengah lokal yang sukses masuk ke pasar internasional.
Dengan memanfaatkan limbah kulit perca yang awalnya dibuang percuma dari pabrik sepatu, Fauzia menciptakan produk fashion yang inovatif dan unik. Mulai dari tas, dompet, baju, hingga berbagai aksesori kecil lainnya, semua barang tersebut dibuat sepenuhnya dengan tangan oleh para pekerja lokal yang berpengalaman.
Visi nya adalah membuat produk yang ramah lingkungan tetapi tetap terlihat elegan dan mewah. Setiap produk memiliki keunikan sendiri karena dibuat secara manual dengan proses yang murni.
“Satu hari, seorang perajin kami hanya bisa membuat sekitar dua tas saja agar kualitas dan detailnya tetap terjaga,” kata Fauzia Utami pemilik usaha.
Mengenai harga, Fauzia menawarkan harga yang beragam dan terjangkau bagi berbagai kalangan, mulai dari Rp 50 ribu untuk aksesori kecil hingga harga di atas Rp 1 juta untuk koleksi tas premium.
Meski sudah memasuki pasar ekspor dan melayani pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia, Fauzia tetap memasarkan produknya melalui media sosial Instagram dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan setianya. Selain itu, Fauzia juga masih menyediakan layanan melalui marketplace Tokopedia.
Produk ini juga mendapat pujian baik dari para pelanggan. Maya, salah satu pembeli setia, mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil kerajinan tangan dari Mojokerto.
“Saya tertarik pertama kali karena modelnya yang unik dan tidak terlalu umum.” Maya sebagai pelanggan. Setelah membeli, ternyata kualitas kulitnya sangat baik meskipun bahan yang dipakai hanya dari perca. “Harga 50 ribu rupiah sudah bisa dapat barang yang bagus, sampai saya juga mengoleksi tas dengan harga jutaan karena memang sesuai dengan nilai seninya,” pungkas Maya.
Dengan pasar yang sudah menjangkau seluruh Nusantara hingga ke luar negeri, produk ini membuktikan bahwa inovasi dan kualitas barang buatan tangan lokal mampu bersaing dengan merek ternama di dunia.