Daerah

Situs Sumur Kuno II, Kekayaan Sejarah di Tanah Pribadi yang Mulai Terlupakan

×

Situs Sumur Kuno II, Kekayaan Sejarah di Tanah Pribadi yang Mulai Terlupakan

Sebarkan artikel ini
Struktur sumur kuno Majapahit dengan susunan bata lengkung yang rapi. foto:lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Terletak di Jl. Jayanegara, Dusun Unggaran, Desa Trowulan, terdapat sebuah lahan milik pribadi bernama Pak Kadek yang menyimpan harta karun arkeologi luar biasa. Lokasi ini dikenal sebagai Situs Sumur Kuno II, tempat ditemukannya puluhan sumur peninggalan era Majapahit yang kini masih berdiri kokoh dengan susunan bata merah yang rapi.

Penemuan bermula secara tidak sengaja pada tahun 2009. Pak Kadek, yang sehari-hari mengelola usaha bata merah, saat menggali pasir di lahannya terlihat struktur bata melingkar. Tak disangka, penggalian tersebut menjadi pembuka jalan ditemukannya puluhan situs sumur.

BACA JUGA :  Komisi IX DPR RI Lakukan Sosialisasi Pemanfaatan Telemedisin Kepada Masyarakat Dusun Junggo

Awalnya, hanya ditemukan 5 sumur pada tahun 2009. Namun seiringnya aktivitas penggalian pasir yang berkelanjutan, jumlah sumur yang ditemukan terus bertambah. “Dulu awal ditemukan ada 5 sumur, lalu tercatat di Dinas Pariwisata ada 43 sumur dan sudah dibuatkan plakat sebagai cagar budaya,” ujar Pak Kadek.

Memasuki tahun 2026 ini, Pak Kadek mengungkapkan bahwa jumlah sumur yang ditemukan telah melampaui lebih dari 50 sumur. Struktur sumur-sumur ini terbilang unik karena dindingnya di kelilingi bata lengkung yang tersusun rapi dari atas hingga ke bawah. Bahkan, salah satu sumur memiliki kedalaman lebih dari 6 meter, membuatnya sangat istimewa karena airnya yang jarang sekali kering (asat) meski di musim kemarau.

BACA JUGA :  Menteri BUMN Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kapasitas SDM Dalam Berdaya Saing Di Era Disrupsi Digital

Sejak tahun 2010, situs ini sempat menjadi primadona wisata sejarah di Trowulan. Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga tercatat kerap mengunjungi lokasi hampir di setiap bulannya. Terakhir, pada tahun 2023 rombongan anak sekolah masih terlihat melakukan pembelajaran di situs ini.

Namun, kondisi saat ini memprihatinkan. Status tanah yang masih milik pribadi dan dikelola secara mandiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah membuat pengelolaan situs terasa berat. Popularitas situs Sumur Kuno II kini berada di “ujung tanduk” seiring menurunnya jumlah pengunjung yang datang.