Daerah

42 Pecatur Muda SMP Se-Kabupaten Purwakarta Adu Strategi dan Sportivitas di Kejuaraan Catur MGMP Cup XVI 2026 di SMPN 4 Purwakarta

×

42 Pecatur Muda SMP Se-Kabupaten Purwakarta Adu Strategi dan Sportivitas di Kejuaraan Catur MGMP Cup XVI 2026 di SMPN 4 Purwakarta

Sebarkan artikel ini
Kejuaraan Catur MGMP Cup XVI 2026 se-kabupaten Purwakarta (foto; Ade/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com– Sebanyak 42 siswa-siswi dari 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Purwakarta resmi mengikuti Kejuaraan Catur MGMP Cup XVI 2026 yang digelar pada Jumat (24/04) di SMPN 4 Purwakarta. Ajang bergengsi ini menjadi wadah pembinaan bakat, pengembangan prestasi, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antar pelajar yang memiliki minat dan kemampuan di bidang olahraga catur.

Pertandingan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB dengan total 34 peserta putra dan 8 peserta putri yang berasal dari berbagai sekolah negeri maupun swasta. Antusiasme tinggi dari para peserta menunjukkan bahwa olahraga catur masih menjadi salah satu cabang yang diminati di kalangan pelajar.

Dalam sambutannya, Mohamad Nursodik, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 4 Purwakarta sekaligus Ketua MKKS SMP Kabupaten Purwakarta, menegaskan komitmen panitia dalam menyelenggarakan turnamen dengan standar profesional dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pertama saya ucapkan mohon maaf jika tempatnya kurang memadai. Namun, harapan kami penyelenggaraan ini sudah sangat profesional. Dari tahun ke tahun, kualitas acara insya Allah semakin baik,” ujar Nursodik.

Ia juga menegaskan pentingnya integritas dalam sebuah kompetisi.

“Saya tidak ingin ada cerita bahwa yang menjadi juara itu karena ‘akal-akalan’. Di dalam catur ini semuanya sudah pakai sistem, apalagi dengan dukungan teknologi. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa panitia sudah bekerja sangat profesional sehingga nanti yang juara adalah yang memang pantas dan terbaik,” tegasnya.

Menurutnya, catur bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan olahraga pikiran yang menuntut konsentrasi tinggi, fokus, serta mental yang kuat.

“Catur itu bukan pertandingan dengan otot, tapi konsentrasi dan fokus yang lebih utama. Untuk menjadi juara memang harus punya mental yang kuat, karena yang diadu sebenarnya adalah mentalitas. Olahraga pikiran ini menuntut ketajaman otak dan fisik yang tetap fit,” tambahnya.

Nursodik juga memperkenalkan tim wasit yang kompeten, yakni Agus Suwandi, WN sebagai wasit pertandingan yang menangani pairing dan teknis jalannya pertandingan, Jajang Nurjaman, MN sebagai wasit pairing komputer yang mengelola sistem komputerisasi pertandingan, serta Yunibar, Master FIDE berpengalaman yang turut bertindak sebagai wasit dalam kejuaraan tersebut.

BACA JUGA :  Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Polres Jombang Amankan Gedung KPU dan Bawaslu Jombang

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Pian Apianto, S.Pd., AIFO-P., secara resmi membuka acara dan menjelaskan sistem pertandingan yang diterapkan.

“Putra bermain 5 babak, sedangkan putri 4 babak. Mari kita jalankan acara ini dengan penuh khidmat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa selain kemampuan teknis, panitia juga sangat menekankan pentingnya disiplin dan etika dalam bertanding.

Setiap peserta diwajibkan membawa surat keterangan dari kepala sekolah, berpakaian rapi dan sopan, memakai sepatu, serta hadir tepat waktu. Sportivitas dan fair play menjadi nilai utama yang harus dijaga selama kompetisi berlangsung.

“Kami ingin menanamkan karakter yang kuat selain kemampuan teknis. Oleh karena itu, pelanggaran aturan akan dikenakan sanksi yang tegas,” tegas Pian.

Selaku wasit pertandingan, Agus Suwandi, WN, memaparkan secara rinci sistem pertandingan yang digunakan untuk memastikan keadilan dan transparansi.

“Artinya semua main 5 kali. Yang kalah, yang menang, pokoknya main sampai babak ke-5. Lawan siapa nanti, semuanya diatur oleh komputer melalui sistem. Tidak ada intervensi manual,” jelas Agus.

Ia menambahkan, untuk kategori putri yang jumlah pesertanya lebih sedikit, sistem pertandingan tetap mengacu pada prinsip Swiss System, meskipun mekanismenya dapat disesuaikan agar tetap kompetitif.

Mengenai waktu permainan, Agus menjelaskan bahwa setiap peserta mendapatkan waktu pikir 10 menit dengan tambahan increment 5 detik setiap langkah.

“Artinya setiap langkah langsung bertambah 5 detik waktunya. Jadi total waktu bisa lebih panjang, tapi targetnya pukul 17.30 semua pertandingan sudah selesai,” katanya.

Untuk penentuan juara jika terjadi poin yang sama, digunakan sistem tie-break atau perhitungan tambahan seperti Kwartel Solvok yang dihitung otomatis oleh komputer.

“Jadi tidak bisa dimanipulasi, jangan khawatir. Ada beberapa kriteria penilaian sehingga peringkat pasti berbeda,” tegasnya.

Wasit juga menjelaskan aturan ketat mengenai pelanggaran, termasuk illegal move atau kesalahan langkah.

“Untuk illegal move tidak langsung diskualifikasi, tetapi diberikan peringatan. Satu kali peringatan, kedua kali langsung dinyatakan kalah. Begitu juga dengan prosedur promosi pion, harus diganti dulu dengan bidak yang diinginkan—Kuda, Benteng, Gajah, atau Menteri—baru menekan jam. Jangan terbalik,” paparnya.

BACA JUGA :  Harlah Ke-12, RS Wates Husada Gelar Sholawatan Bersama Habib Hanif Al Haddad

Setelah seluruh babak pertandingan selesai, panitia menetapkan para juara dari masing-masing kategori.

*Kelompok Putri (Setelah Babak 4)*

Juara pertama diraih oleh Azalea Hafiza Aulia dari SMPN 4 Purwakarta dengan perolehan 4 poin. Posisi kedua ditempati oleh Dhiya Najla Fakhriyah dari SMPN 1 Campaka dengan 3 poin.
Sementara posisi ketiga bersama diraih oleh Azalea Sarah K dari SMP Mutiara Insani dengan 3 poin dan Qeysa Tiara Putri dari SMP Al Muhajirin dengan 2 poin.

*Kelompok Putra (Setelah Babak 5)*

Juara pertama diraih oleh Bryan Ary Alkholifah dari SMPN 7 Purwakarta dengan perolehan sempurna 5 poin. Posisi kedua ditempati oleh Fahri Rahmansyah dari SMPN 4 Purwakarta dengan 4 poin.
Sedangkan posisi ketiga bersama diraih oleh Azka Nabil Musyafa dari SMPN 1 Campaka dan M. Kevin Putra Syamsudin dari SMPN 4 Purwakarta, yang sama-sama mengumpulkan 4 poin.

Dengan partisipasi luas dari berbagai sekolah, kejuaraan ini mencerminkan perkembangan positif olahraga catur di kalangan pelajar Purwakarta. Kehadiran kategori putri juga menunjukkan adanya upaya pemerataan partisipasi serta pembinaan bakat secara inklusif.

Jajang Nurjaman, MN, selaku Wasit Pairing Komputer, menilai kualitas permainan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kualitas permainan tahun ini terlihat meningkat. Para siswa tampil percaya diri dan memahami strategi dengan baik. Ini menjadi modal bagus untuk masa depan catur di daerah kita,” ujarnya.

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menggali potensi siswa, meningkatkan daya pikir logis dan strategis, serta mempererat hubungan antar sekolah di Kabupaten Purwakarta.

Seluruh hal teknis yang belum tercantum dalam ketentuan umum akan diputuskan langsung oleh panitia dan wasit sesuai dengan situasi serta kondisi yang terjadi selama pertandingan berlangsung.