Magetan,sekilasmedia.com –Seorang pelajar SMKN 1 Bendo jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Davin Andriano Mustaqin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR pada Kamis, 23 April 2026 pukul 15.17 WIB di aliran Kali Ngujur.
Peristiwa ini sebelumnya menggegerkan warga Desa Goranggareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, setelah ditemukan sebuah sepeda motor Yamaha MX King bernomor polisi AE 3721 OW dan sepasang sandal di atas Jembatan Ngujur pada Rabu (22/4/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapolsek Nguntoronadi, AKP Mahfud Sidiq, S.H., M.H., menjelaskan bahwa temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga. Setelah dilakukan penelusuran, kendaraan itu diketahui milik Jarno, warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, yang digunakan oleh anaknya, Davin.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui keluar rumah pada Selasa malam (21/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB dan tidak kembali hingga keesokan harinya.
Mengetahui hal tersebut, keluarga bersama warga segera melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Proses pencarian kemudian melibatkan tim SAR, kepolisian, Koramil, serta relawan yang menyisir sejumlah titik, termasuk aliran Sungai Bengawan Madiun di sekitar Jembatan Ngujur.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Kamis, 23 April 2026 pukul 15.17 WIB dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Kali Ngujur.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR dibantu warga setelah posisi korban berhasil diidentifikasi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis guna memastikan penyebab kematian.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak kepolisian menyampaikan tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada unsur tindak kriminal. Meski demikian, pendalaman masih terus dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak keluarga memutuskan untuk segera memakamkan korban pada hari yang sama. Jenazah disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kuwonharjo, diiringi keluarga, kerabat, serta warga yang turut berduka.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar. Masyarakat diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kondisi sosial di sekitarnya.
Penulis : Eko P