Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah calon haji. Melalui program fasilitasi kesehatan dan penyediaan alat bantu mobilitas, Pemkab Gresik memastikan jemaah, khususnya lansia, dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.
Program ini disosialisasikan dalam kegiatan koordinasi yang digelar pada Rabu (22/04/2026) di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi atas kebutuhan riil jemaah di lapangan. Ia menyampaikan bahwa bantuan kini tidak lagi berfokus pada pemberian uang, melainkan diarahkan pada dukungan yang lebih tepat sasaran.
“ Yang dibutuhkan jemaah adalah kesehatan dan mobilitas. Aktivitas ibadah haji sangat menguras fisik, dengan berjalan jauh dan cuaca panas. Tanpa persiapan, biaya pengobatan bisa menghabiskan bekal jemaah,” ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan paket obat untuk seluruh jemaah calon haji tahun 2026. Paket tersebut meliputi vitamin harian untuk menjaga daya tahan tubuh selama 40 hari, obat flu dan batuk, vitamin B kompleks untuk mengatasi kelelahan, serta obat pereda nyeri.
Selain itu, Pemkab Gresik juga menyediakan fasilitas kursi roda bagi jemaah lansia melalui skema pinjam pakai. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketepatan penggunaan sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan barang milik daerah.
Langkah ini dinilai semakin relevan mengingat profil jemaah haji Gresik yang didominasi oleh usia lanjut. Berdasarkan analisis risiko jemaah calon haji tahun 2026, sedikitnya 101 jemaah tercatat membutuhkan dukungan kursi roda selama pelaksanaan ibadah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, menyampaikan bahwa jumlah jemaah lansia terus meningkat setiap tahun, sehingga memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak.
“ Mayoritas jemaah kita berada pada kategori usia yang membutuhkan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun mobilitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian, dan KBIHU menjadi sangat penting agar pelayanan kepada jemaah dapat optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapan jemaah tidak hanya terkait administrasi keberangkatan, tetapi juga kesiapan fisik serta dukungan fasilitas selama berada di Tanah Suci.
Program fasilitasi ini diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk peran Dinas Sosial yang menyalurkan kursi roda bagi jemaah lansia melalui KBIHU dengan mekanisme pinjam pakai.
Bupati Yani menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus disempurnakan ke depan.
“ Kita masih terus belajar. Yang terpenting, program ini benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Ke depan akan kita evaluasi dan perkuat melalui koordinasi yang lebih intens,” tegasnya.