Daerah

Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 Tingkat Se-Jawa Barat Resmi Ditutup, Perkuat Pelestarian Budaya dan Pengembangan Pariwisata Purwakarta

×

Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 Tingkat Se-Jawa Barat Resmi Ditutup, Perkuat Pelestarian Budaya dan Pengembangan Pariwisata Purwakarta

Sebarkan artikel ini
Penutupan Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 (foto ; Ade/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com- Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 tingkat se-Jawa Barat resmi ditutup pada Minggu (28/6/2026) di kawasan Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, setelah berlangsung selama tiga hari sejak 26 hingga 28 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Panggung Seni dan Budaya Atharrazka ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Purwakarta. Acara penutupan dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Purwakarta Dr. Aep Durohman, S.Pd., M.Pd., Camat Campaka Dikky Sukmajaya, S.IP., M.KP., Kepala Desa Campakasari Aji Darmaji, S.Sy., Ketua Karang Taruna Kecamatan Campaka H. Ahmad, S.T., Ketua Karang Taruna Kabupaten Purwakarta John Kamal, Ketua Forum Masyarakat Desa (FORMADES) Jawa Barat, perwakilan Paguyuban Pasundan Kabupaten Purwakarta, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, insan seni, dewan juri, pelatih sanggar, orang tua peserta, serta ratusan penari dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Ajang bergengsi tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkuat pelestarian tari Jaipong sebagai salah satu warisan budaya Sunda.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sekitar 400 pendaftar dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Purwakarta, Karawang, Subang, Bandung Barat, dan wilayah lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 230 peserta tampil selama tiga hari pelaksanaan dalam kategori Anak A (5–8 tahun), Anak B (9–12 tahun), Remaja (13–17 tahun), dan Dewasa (di atas 18 tahun), baik kategori Tunggal maupun Regu (Rampak).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta, Dr. Aep Durohman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 tingkat se-Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang seni sekaligus memperkuat pelestarian budaya Sunda sebagai identitas daerah. Ia berharap Pasang Giri Jaipong Atharrazka dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda budaya tahunan yang mampu melahirkan bibit-bibit seniman muda berprestasi serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Purwakarta.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Campaka, H. Ahmad, S.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026. Ia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan, baik dari segi fasilitas, panggung, tempat penyelenggaraan, maupun kendala cuaca.

BACA JUGA :  Pungkasiadi Hadiri Pelantikan Ketua Relawan Gajah Mada di Bakalan Gondang

“Kami atas nama panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 masih terdapat kekurangan. Kami berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat kita bersama untuk terus melestarikan seni dan budaya Sunda,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, H. Ahmad mengungkapkan bahwa kawasan Situ Cigangsa akan terus dikembangkan sebagai pusat kegiatan seni budaya dan destinasi wisata di Kecamatan Campaka. Ia menyebut, pada 12 Juli 2026 mendatang kawasan tersebut kembali menjadi pusat kegiatan melalui Festival PAKUSANGKA Atharrazka, yang dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Perwakilan Paguyuban Pasundan Kabupaten Purwakarta turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pasang Giri Jaipong tingkat se-Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelestarian seni budaya Sunda sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar terus mencintai dan mengembangkan kesenian tradisional.

Sementara itu, Owner Panggung Seni dan Budaya Atharrazka, H. Sugih, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengedepankan sistem penjurian digital yang transparan sehingga nilai peserta dapat langsung diketahui setelah tampil.

“Alhamdulillah, untuk penilaian juri kita menggunakan sistem digital sehingga nilai peserta langsung dapat dilihat setelah tampil. Dengan sistem ini tidak ada istilah pilih kasih karena seluruh proses penilaian dilakukan secara terbuka dan transparan,” katanya.

Menurut H. Sugih, Pasang Giri Jaipong Atharrazka tidak hanya berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi akan terus dikembangkan menjadi pusat pelestarian seni budaya. Ke depan, pihaknya berencana menjalin kolaborasi dengan pelaku seni dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan berbagai daerah lainnya, sekaligus menghadirkan Pameran Tradisional Nusantara yang menampilkan beragam karya seni budaya dari seluruh Indonesia.

Ia berharap dalam beberapa tahun mendatang Panggung Seni dan Budaya Atharrazka dapat berkembang menjadi pusat kegiatan seni budaya berskala nasional dengan melibatkan dewan juri dari berbagai daerah serta memperluas jaringan kerja sama dalam pelestarian budaya Nusantara.

Camat Campaka, Dikky Sukmajaya, S.IP., M.KP., mengapresiasi penyelenggaraan Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 yang dinilai menjadi salah satu upaya nyata melestarikan seni budaya Sunda.

BACA JUGA :  Bahagia Bersama Islam, DMI Gandeng NH Gresik Bagikan Bingkisan Ramadan Untuk Puluhan Mualaf

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan tidak berhenti sampai hari ini saja, tetapi terus berlanjut sehingga tujuan untuk melestarikan seni dan budaya dapat benar-benar tercapai,” ujarnya.

Ia berharap para peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dapat terus mengembangkan prestasi hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional sebagai duta budaya Sunda.

Dikky juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan kawasan Situ Cigangsa sebagai destinasi wisata berbasis seni, budaya, dan kelestarian lingkungan.

“Melalui kolaborasi dan sinergi semua pihak, kita berharap kawasan ini terus berkembang. Pariwisatanya maju, tetapi kelestarian alamnya juga tetap terjaga sehingga semuanya dapat berjalan beriringan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan penghijauan kawasan wisata agar tetap nyaman bagi para pengunjung. Menurutnya, penyelenggaraan Festival PAKUSANGKA Atharrazka pada 12 Juli 2026 di kawasan Situ Cigangsa diharapkan mampu melibatkan lebih banyak masyarakat, mulai dari pelaku seni, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Ketua Forum Masyarakat Desa (FORMADES) Jawa Barat turut mengapresiasi penyelenggaraan Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi dalam membangun desa melalui pelestarian seni budaya dan pengembangan potensi wisata.

Ia menjelaskan, FORMADES Jawa Barat saat ini telah memiliki kepengurusan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan visi membangun desa yang berbudaya dan masyarakat desa yang berkeadilan.

“Kami dari FORMADES Jawa Barat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mari kita bersama-sama membangun potensi wisata yang ada. Mudah-mudahan Festival PAKUSANGKA Atharrazka dapat terus berkembang dan menjadi destinasi wisata budaya yang dikenal luas, tidak hanya di Purwakarta tetapi juga di tingkat Jawa Barat,” ujarnya.

FORMADES Jawa Barat juga menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan Festival PAKUSANGKA Atharrazka sebagai bentuk kolaborasi dalam mengembangkan kawasan wisata budaya di Kecamatan Campaka.

Dengan berakhirnya Pasang Giri Jaipong Atharrazka 2026 tingkat se-Jawa Barat, penyelenggara berharapnya kegiatan ini menjadi agenda budaya tahunan yang terus berkembang. Selain melahirkan bibit-bibit penari berbakat, ajang ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya Sunda, mempererat silaturahmi antarsanggar, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Purwakarta.