Mojokerto, sekilasmedia.com-Sebagai bagian dari agenda rutin “Hari Fraksi PKB”, Fraksi PKB (FPKB) DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar silaturahmi dan diskusi bersama pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Mojokerto serta perwakilan PPDI Kecamatan Jatirejo. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Jumat (5/6/2026).
Pertemuan yang dihadiri sepuluh anggota FPKB DPRD Kabupaten Mojokerto itu menjadi wadah bagi para perangkat desa untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi. Beberapa isu yang mengemuka antara lain kesejahteraan perangkat desa, kepesertaan BPJS, uang purna tugas, hingga berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan hak dan perlindungan perangkat desa.
Sekretaris FPKB DPRD Kabupaten Mojokerto, Eka Septya Juniarti, menegaskan bahwa sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan perhatian lebih terhadap nasib perangkat desa. Menurutnya, perangkat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Perangkat desa bekerja hampir tanpa mengenal waktu, namun kesejahteraan yang diterima masih jauh dari harapan. Penghasilan Tetap (SILTAP) yang diterima rata-rata berkisar Rp2,2 juta hingga Rp2,6 juta per bulan, termasuk tunjangan, dan masih terdapat perbedaan antar desa. Kondisi tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Mojokerto,” ujar Eka.
Ia menambahkan bahwa berbagai keluhan dan kebutuhan mendasar yang disampaikan PPDI harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar dapat segera ditemukan solusi yang tepat.
Senada dengan hal tersebut, anggota FPKB DPRD Kabupaten Mojokerto, Ahmad Lutfi Ramdhani, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan para perangkat desa.
“Kami akan mengawal berbagai masukan yang telah disampaikan. Dalam waktu dekat DPRD berencana memanggil perangkat daerah terkait guna mencari solusi terbaik dan memastikan aspirasi perangkat desa dapat terakomodasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Mojokerto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Sooko, Heru, menyambut positif kegiatan yang digelar Fraksi PKB tersebut. Menurutnya, forum dialog semacam ini memberikan kesempatan bagi perangkat desa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi ruang bagi perangkat desa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Harapan kami, aspirasi yang telah disampaikan dapat diteruskan dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.(adv/wo)






