Daerah

Ketua Baru APPSI Kota Probolinggo Bangun Sinergi dengan Pemkot, Revitalisasi Pasar hingga Digitalisasi Jadi Sorotan

×

Ketua Baru APPSI Kota Probolinggo Bangun Sinergi dengan Pemkot, Revitalisasi Pasar hingga Digitalisasi Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Audiensi DPD APPSI Kota Probolinggo massa bhakti 2026-2030 bersama dr. Aminuddin di Ruang Transit Kantor Walikota (foto : suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, di Kantor Wali Kota, Rabu (15/7).

Pertemuan yang berlangsung di ruang transit kantor wali kota itu menjadi momentum awal bagi kepengurusan APPSI periode 2026–2030 untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mendorong pengembangan pasar tradisional sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUMP) Agus Efendi, Kepala Bidang Perdagangan DKUMP Ferdhiansyah Donny Anggara, Kepala UPT Pasar Hendra Purnomo, Dewan Pakar APPSI Saiful Iman, tujuh koordinator pasar tradisional, serta jajaran pengurus APPSI.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Probolinggo memaparkan sejumlah program penataan pasar tradisional yang akan dijalankan secara bertahap. Fokus utama diarahkan pada revitalisasi lima pasar rakyat, termasuk pembenahan Pasar Baru yang ditargetkan berlanjut hingga 2027.

Kepala DKUMP Agus Efendi menjelaskan, revitalisasi tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kenyamanan lingkungan pasar melalui perbaikan saluran drainase, penggantian talang yang mengalami kerusakan, penataan lantai, hingga pembaruan sistem penerangan.

BACA JUGA :  Hasil SWAB DPRD Kota Probolinggo Keluar, Dua Anggota Dewan Terkonfirmasi Positif COVID-19

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga akan mengintensifkan kegiatan kerja bakti rutin dengan melibatkan petugas pengelola pasar bersama para pedagang sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan pasar.

“Perbaikan dilakukan secara bertahap melalui dukungan anggaran pemerintah daerah. Kami berharap kolaborasi dengan APPSI mampu menciptakan pasar yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Agus.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo, M. Izzul Islam, mengatakan audiensi tersebut merupakan langkah awal mempererat sinergi antara organisasi pedagang dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, APPSI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi rakyat, stabilisasi harga, serta kelancaran distribusi bahan pangan.

“Organisasi ini ingin menghadirkan kolaborasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan pedagang. Dukungan fasilitas maupun koordinasi lintas instansi sangat diperlukan agar program kerja APPSI dapat berjalan optimal,” kata Izzul.

Dialog berlangsung interaktif dengan sejumlah pengurus APPSI yang menyampaikan berbagai persoalan di lapangan. Aspirasi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan penataan area perdagangan, peningkatan keamanan infrastruktur pasar, hingga pengelolaan pasar yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Tak hanya itu, APPSI juga menyatakan kesiapan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan aktivitas pasar serta menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan. Organisasi tersebut turut mengusulkan pembentukan sekretariat permanen sebagai bentuk penguatan kelembagaan APPSI di tingkat daerah.

BACA JUGA :  Pelatihan Merajut di Lapas Kediri Beri Peluang Mendapatkan Premi bagi WBP

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa pasar tradisional tetap menjadi salah satu sektor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sehingga membutuhkan perhatian bersama.

Ia menilai pengelolaan pasar harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan koordinator pasar, pedagang, dan pemerintah agar kebersihan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat.

Selain revitalisasi fisik, Aminuddin juga mendorong pemanfaatan ruang maupun kios yang belum difungsikan secara maksimal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, misalnya sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja.

Di sisi lain, transformasi digital juga dinilai menjadi kebutuhan pasar tradisional saat ini. Pemanfaatan platform marketplace serta penguatan peran koperasi diharapkan mampu memperluas akses pemasaran sekaligus memudahkan pelaku UMKM memperoleh pembiayaan usaha.

“Pasar tradisional harus terus berkembang menjadi kawasan perdagangan yang bersih, nyaman, modern, serta memiliki daya saing di tengah perubahan pola belanja masyarakat,” tegas Aminuddin.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kemitraan antara Pemerintah Kota Probolinggo dan APPSI dalam mewujudkan pasar tradisional yang lebih representatif, produktif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.