Hukum

Viral Dugaan Kekerasan Terhadap Ayah Kandung di Parlilitan, Ketua PD KAMMI Sibolga Tapteng Desak Polisi Usut Tuntas

×

Viral Dugaan Kekerasan Terhadap Ayah Kandung di Parlilitan, Ketua PD KAMMI Sibolga Tapteng Desak Polisi Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Viral Dugaan Kekerasan Terhadap Ayah Kandung di Parlilitan, Ketua PD KAMMI Sibolga Tapteng Desak Polisi Usut Tuntas, sekilasmedia.com, Arif

Humbang Hasundutan,Sekilasmedua.com-Dugaan tindak kekerasan yang menimpa Willy Silitonga di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada 30 September 2026, mendapat sorotan serius dari Ketua Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Sibolga – Tapanuli Tengah, Riki Irwansyah.

Peristiwa tersebut mengakibatkan Willy Silitonga mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Riki Irwansyah menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta aparat kepolisian untuk bertindak objektif serta tidak terpengaruh narasi sepihak yang menyebut korban sebagai pelaku penculikan anak.

“Berdasarkan keterangan keluarga, Willy Silitonga adalah ayah kandung dari Chris Berkat Silitonga. Jadi jangan buru-buru memberi stigma penculik atau pencuri anak sebelum fakta diperiksa menyeluruh oleh polisi,” tegas Riki, Kamis (02/10/2026).

BACA JUGA :  SAAT ASYIK HISAB SHABU ,  DI GREBEK SATRESNARKOBA POLRES LUMAJANG

Menurut keterangan keluarga yang diterima KAMMI, Willy dan istrinya Junianti Tumanggor telah berpisah sejak 2023 namun belum bercerai secara resmi. Anak mereka, Chris Berkat Silitonga, yang merupakan anak berkebutuhan khusus dengan kondisi autisme dan tidak bisa berbicara, sejak bayi pernah diasuh oleh keluarga pihak ayah, Christin Silitonga.

Willy bermaksud mengajak anaknya berjalan-jalan dan disebut telah mendapat izin dari keluarga. Namun di tengah perjalanan, ia dihentikan sejumlah warga dan berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan luka berat.

Riki menegaskan bahwa keterangan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.

Untuk itu, PD KAMMI Sibolga Tapteng menyampaikan lima desakan:

1. Polisi menyelidiki secara objektif seluruh rangkaian kejadian, mulai dari izin membawa anak, proses penghentian kendaraan, hingga aksi kekerasan.

BACA JUGA :  Polrestabes Surabaya Akhirnya Ungkap Kasus Pembunuhan Pemilik Toko Kelontong di Surabaya

2. Jika terbukti ada pengeroyokan, polisi harus mengidentifikasi dan memeriksa semua pihak yang terlibat.

3. Masyarakat diminta tidak main hakim sendiri dan tidak menyebar informasi yang belum terverifikasi. Tuduhan penculikan tidak boleh menjadi pembenaran untuk kekerasan.

4. Kondisi Chris Berkat Silitonga sebagai anak berkebutuhan khusus harus menjadi perhatian utama demi keselamatan dan psikologisnya.

5. Willy Silitonga sebagai korban harus mendapat perlindungan hukum dan proses hukum yang adil.

“Kami percaya persoalan ini harus diselesaikan lewat mekanisme hukum, bukan kekerasan dan penghakiman massa. Jika benar ada pengeroyokan hingga luka serius, itu harus diusut tuntas,” tutup Riki Irwansyah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian diharapkan segera memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.