Daerah

Kepergok Setubuhi Anak Panti Asuhan, Istri Pelaku Malah Menghajar Korban Beramai-ramai

×

Kepergok Setubuhi Anak Panti Asuhan, Istri Pelaku Malah Menghajar Korban Beramai-ramai

Sebarkan artikel ini
Potongan Video yang viral di medsos Netizen malang raya

Malang, sekilasmedia.com – info Kisah tragis dialami salah satu anak panti asuhan di Kecamatan Blimbing, sebut saja Mawar (13), ibarat jatuh tertimpa tangga pula.

Pasalnya setelah mengalami pencabulan, korban mendapat kekerasan dan persekusi oleh delapan orang.
Ada yang aneh dari terduga pelaku persekusi dengan kekerasan kepada anak dibawah umur. Pelaku sempat foto bersama korban, seakan-akan menunjukkan kepuasan dan bangga sudah memperdaya korban.

“Setelah melakukan pengeroyokan bahkan pelaku merasa bangga, mereka foto bersama. Salah satunya, mereka memposting foto itu di status whatsapp,” seru kuasa hukum korban, Leo Permana, ditemui selepas konfirmasi ke salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Blimbing Kota Malang, Senin (22/11/2021).

BACA JUGA :  Sapa Saya'* Program Satlantas Polres Batu Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu

Kejadian tersebut berawal dari Mawar mendapat pesan dari Y (18), entah karena apa hingga Mawar mau diajak jalan-jalan. Melalui pesan WhatsApp pelaku Y mengaku sebagai D yaitu teman korban.
“Tau taunya korban dijemput sama pelaku.

Dibawa muter-muter dulu, kearah bandara, keliling-keliling perumahan. Kemudian ke rumah pelaku,” jelasnya.
Leo menambahkan, di lokasi rumah terduga pelaku, korban diikat menggunakan selendang. Lalu mulutnya ditutupi dan diancam dengan pisau. Kemudian dilakukanlah pencabulan.

BACA JUGA :  Tomi Gandhi bagikan Takjil kepada Masyarakat

Setelah pencabulan, diluar kamar ada istri pelaku yang menggedor-gedor pintu. Setelah kepergok, sang istri pelaku mengecap korban sebagai seorang pelakor. Bersamaan dengan itu, diluar sudah ada delapan orang teman korban.

Dikira dijemput, ternyata malah dibawa ke sebuah tempat persekusi. Hingga disitulah terjadi kekerasan, hingga perampasan handphone korban. Termasuk juga salah satu pelaku bullying memvideo kejadian tersebut.

“Jadi ada dua kejadian, pelecehan seksual atau persetubuhan dan kemudian korban dibawa teman-temannya untuk dipersekusi di perumahan sepi,” ucap Leo, sapaan akrabnya. (BAS)