Daerah

Militansi Singa Liar-nya Ki Gitut, Kekompakan Berkesenian Hingga Di Ketinggian Lereng Gunung Welirang

×

Militansi Singa Liar-nya Ki Gitut, Kekompakan Berkesenian Hingga Di Ketinggian Lereng Gunung Welirang

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO,Sekilasmedia.com- Beraktivitas rutin seni – budaya sejak tahun 2010 (sudah 12 tahun lebih), Singa Liar pimpinan Ki Gitut, dikenal memiliki ribuan anggota militansi berkesenian – budaya, diantaranya tersebar di Mojokerto Raya dan sekitar, yang pada saat-saat tertentu secara ‘bergilir’ menggelar kesenian tradisional secara gotong royong keguyuban. Ada semacam kesadaran berkesenian meskipun tak pernah memformat harus bagaimana formal. Justru yang terasa nuansa informal alamiah, keguyuban, yang barangkali ke depan memerlukan lebih banyak pihak peduli kerjasama lebih-lebih dari pemerintahan.

Seperti hari ini, Minggu (17 Juli 2022) mulai pagi-pagi, Singa Liar telah menggelar tetabuhan gamelan Jawa dengan nuansa tradisi yang kental. Ditambah alunan gending-gending Jawa dari sejumlah sinden wanita maupun para pria ‘penyanyi’ lagu-lagu Jawa.

“Singa Liar perkumpulan peduli seni secara alamiah dengan perspektif mereka yang kental, militan,” ungkap Mr Eminx pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto (DKKM) yang juga pelukis dan berencana pameran tunggal di Wisata Desa-nya Mulyono WD Randugenengan dalam rangka HUT WD, telah mendapat dukungan pemilik Wisata Desa tersebut.

BACA JUGA :  Gus Fawait Bangkitkan lagi Surganya para Offroader di Jember

Masih menurut Mr Eminx, Singa Liar ini sering pentas keliling termasuk diantaranya ketika ada anggotanya yang mengadakan hajatan entah itu mantu atau khitanan maupun hajatan yang lain. Seperti kali ini, acara Singa Liar (bertempat di Dusun Mrasih Desa Kemiri Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur) bertepatan dengan anggotanya, Mas Joni, yang mengkitankan putranya.

“Karena kali ini bersama dengan acara khitan, maka kita bagi waktunya. Untuk Singa Liar dimulai jam sepuluh pagi ini hingga jam setengah dua siang nanti meskipun biasanya jika Singa Liar sendiri, barulah dimulai setelah Dhuhur,” ungkap Ki Gitut mengawali ‘sambutan’ untuk merefresh jadwal acara.

Mas Joni yang punya hajat, sekaligus mengumpulkan para anggota Singa Liar. Sekaligus Singa Liar menampilkan berbagai kesenian termasuk tetabuh gamelan Jawa dengan sinden wanita dan para pria ‘penyanyi’ tembang-tembang Jawa. Campursari dan sejumlah rangkaian lainnya.

Melihat militansi Singa Liar berkesenian – budaya, sangat penting untuk lebih banyak pihak peduli bekerjasama. “Tentu sangat penting jika ada lebih banyak pihak yang bekerjasama dengan Singa Liar,” ungkap Mr Eminx yang juga pelukis yang telah membuat lukisan on the spot yang berhubungan dengan Majapahir maupun lukisan-lukisan lain, juga kaligrafi dan sejenisnya.

BACA JUGA :  Plt Bupati Sidoarjo Meresmikan Program Teaching Factory Studio Art SMK Plus NU Sidoarjo

Siswahyu Kurniawan penulis buku biografi Asmuni – Srimulat yang ikut hadir saat acara Singa Liar di rumah Mas Joni (Dusun Mrasih Desa Kemiri Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto), sepakat dengan yang disampaikan Mr Eminx, perlunya dukungan terhadap hal-hal yang dilakukan perkumpulan berkesenian – budaya seperti yang dilakukan Singa Liar.

“Yang dilakukan Singa Liar berkesenian – budaya yang rutin dan menyambung silaturahmi antar anggota, sekaligus untuk tempat pentas seni, sewajarnya mendapat dukungan maupun kerjasama berbagai pihak lebih-lebih pemerintah, juga swasta-swasta besar,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku biografi Mardjito GA almarhum (anggota DPD RI dan Komisaris Bank Bukopin, juga Ketua Puskud / Dekopinwil Jatim) yang juga penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto yang diantara isinya adalah bagaimana mengambil yang positif dari Bung Karno Presiden RI pertama maupun Pak Harto yang Presiden RI kedua. Bagaimana pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Sis).