Gresik, Sekilasmedia.com – Perusahaan PT Angkasa Raya Steel (ARS) membuka komunikasi dengan para pekerja yang unjuk rasa akibat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga, perusahaan bisa segera produksi secara normal.
Human Resource Development (HRD) PT ARS yaitu Fajar Trisnaamijaya mengatakan, kondisi perusahaan sedang menurun produksi, sebab sepi pesanan. Dari yang awalnya 3 shif, sehingga menjadi satu shif kerja.
“Sehingga, ada PHK sebanyak 97 orang. Sudah ada 11 pekerja yang mengambil uang pesangon. Sedangkan yang lain, kita buka ruang komunikasi untuk mengambil uang pesangon,” kata Fajar Trisnaamijaya, melalui telepon selulernya.
Dari PHK tersebut, para pekerja yang tergabung dalam FSPMI unjuk rasa meminta untuk dipekerjakan kembali, meminta masa kerja dimulai dari awal masuk bekerja dan meminta pesangon dua orang pekerja yang meninggal dunia akibat sakit.
“Dari permintaan itu, kondisi perusahaan sepi pesanan, sehingga salah satu jalan hanya PHK dan kami sudah membuka komunikasi dengan para pekerja,” katanya.
Sementara, unjuk rasa selama satu bulan mulai tanggal 19 Januari 2023 sampai 19 Pebruari 2023. Selama mogok kerja, pabrik tidak bisa produksi dan kendaraan yang akan keluar masuk juga dihadang.
“Mogok kerja juga merugikan perusahaan, seharusnya mogok kerja itu di dalam perusahaan dan tidak mengganggu produksi,” imbuhnya.
Sementara, perwakilan pekerja mengatakan, tiga tuntutan para pekerja FSPMI unit PT ARS tetap meminta diperkerjakan kembali, masa kerja dimulai awal masuk bekerja dan meminta tambahan uang pesangon dua orang teman yang meninggal dunia akibat sakit.
“Kita, hanya meminta itu. Tapi, perusahaan tidak memberikan. Kemarin, dimediasi Kapolres di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten, pihak perusahaan tidak hadir,” kata seorang pekerja PT ARS yang enggan menyebut namanya. (rud)






