Daerah

Tata Pembangunan Alun-Alun, Pj Walikota Probolinggo Gelar Diskusi Bersama Pejabat DLH

×

Tata Pembangunan Alun-Alun, Pj Walikota Probolinggo Gelar Diskusi Bersama Pejabat DLH

Sebarkan artikel ini

Probolinggo,Sekilasmedia.com – PJ Wali Kota Nurkholis membangun Kota Probolinggo makin terlihat setelah meninjau kawasan Car Free Day (CFD) dan Alun-alun Kota Probolinggo pada Minggu (04/02/2023) pagi, langsung berlanjut dengan kunjungannya ke Taman Pemrosesan Akhir (TPA) Bestari di Jalan Anggrek pada sore harinya.

Agendanya berdiskusi dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup setempat terkait tata kota, anggaran dan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Membuka diskusi, Nurkholis mengatakan bahwa taman-taman yang ada di Kota Probolinggo sudah cukup bagus namun perlu adanya perawatan. Hal ini penting untuk mendukung suasana kota yang asri.

BACA JUGA :  Polres Mojokerto Bagikan 1020 Paket Sembako Pada Masyarakat Yang Terdampak Covid-19

“Ketika kita masuk kota itu, pasti yang pertama, lihat suasananya kayak apa, sebenarnya (taman) yang di median itu sudah cukup bagus hanya mungkin kemarin kemarau, sehingga kurang disirami, rodok gersang (kering),” katanya.

Khusus untuk penataan alun-alun, penjabat wali kota berpesan kepada DLH agar bisa menambahkan taman bunga serta penerangan yang cukup agar masyarakat merasa nyaman dan aman.

“Saya ingin itu ditanami bunga gitu, dan ada lampunya, sehingga orang itu kerasan disitu, ada tempat untuk foto artinya ada yang bagus,” pintanya.

Berkaitan dengan keterbatasan lahan yang dihadapi TPA Bestari, Nurkholis tidak memungkiri bahwa butuh dana yang tidak sedikit untuk mengembangkannya.

Namun dirinya memberikan arahan kepada pengelola TPA agar bisa memanfaatkan tanah aset pemkot untuk perluasan landfill penimbunan sampah.

BACA JUGA :  Hadiri Rapat koordinasi Integrasi Penurunan Stunting Danramil 0814/16 Bersama Muspika Kecamatan Bareng

Sementara itu, menanggapi beragamnya inovasi lingkungan hidup yang diinisiasi DLH, Nurkholis memberi apresiasi. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah pemanfaatan hewan maggot untuk pengelolaan sampah organik.

“Ini ndak papa sebetulnya bagus dari sisi kemitraan bagus, dari sisi kerjasama dengan pihak ketiga, artinya ketika kita membuat sebuah inovasi itu stakeholder yang terlibat, semakin banyak itu semakin bagus,” puji Nurkholis kepada tim inovator DLH.

Selanjutnya untuk persiapan dalam menghadapi penilaian adipura. Ditekankan bahwa bukan penghargaan yang dikejar akan tetapi dimaksudkan agar masyarakat tahu bahwa pemerintah kota sudah bekerja. (suyitno)