Pasuruan,sekilasmedia.com– Operasional pasar hewan di Kabupaten Pasuruan ditutup sementara sejak 16 Januari 2025, mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan Nomor: 500.7.2.4/073/424.092/2025 tertanggal 15 Januari 2025. Penutupan ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 Januari 2025, sebagai langkah antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Namun, kebijakan tersebut menuai reaksi dari para pedagang. Dalam pertemuan yang melibatkan UPT Pasar, Muspika Pandaan, Disperindag, dan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, salah satu perwakilan pedagang, Munir, menyampaikan keberatan. Ia berharap pasar segera dibuka kembali agar aktivitas perdagangan bisa berlangsung seperti semula.
“Penutupan sementara yang sudah berjalan kami rasa sudah cukup. Jangan diperpanjang lagi, karena kami butuh penghasilan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, menyatakan bahwa keputusan perpanjangan penutupan pasar hewan masih dalam evaluasi. Hal ini bergantung pada perkembangan kasus PMK yang terus merebak.
“Setiap harinya, ada 5-6 sapi yang terjangkit PMK. Hingga 19 Januari 2025, sudah tercatat 238 kasus yang tersebar di 18 kecamatan,” kata Alfiyah.
Dari total tersebut, 130 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, 91 ekor masih dalam perawatan, dan 17 ekor mati. Tidak ada laporan pemotongan paksa atau penjualan sapi yang terjangkit. Tiga kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Kecamatan Prigen (54 kasus), Purwodadi (37 kasus), dan Grati (28 kasus).
Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya menangani kasus PMK melalui vaksinasi dan pengobatan. Dropping vaksin PMK dari pemerintah pusat sudah diterima dan segera didistribusikan kepada para peternak.
“Kami mengimbau para peternak untuk segera melapor jika ada ternak yang dicurigai terserang PMK agar dapat ditangani lebih cepat,” tambah Alfiyah.
Hingga saat ini, kebijakan penutupan pasar hewan masih menjadi dilema. Di satu sisi, penutupan diperlukan untuk mencegah penyebaran PMK. Namun di sisi lain, pedagang berharap pasar segera dibuka untuk memulihkan pendapatan mereka. Pihak terkait terus memantau situasi sebelum memutuskan langkah berikutnya.
penulis: Sail
Editor: Stella






