SUMENEP,Sekilasmedia.com– Minimnya akses internet di kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi kendala besar dalam realisasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Akibatnya, warga kesusahan mendaftar program tersebut di aplikasi Satu Sehat di smartphone-nya.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Ellya Fardasah, yang mengakui kebergantungan program tersebut kepada sinyal internet.
Program yang digulirkan sejak Senin (10/2/2025) ini mewajibkan peserta terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memiliki akun di aplikasi Satu Sehat.
“Ketika kita mau mendaftar ke aplikasi Satu Sehat memang tergantung sinyal. Hal Ini yang menyulitkan warga yang ingin mengikuti program CKG,” ujarnya, Senin (17/2).
Selain akses internet, faktor geografis juga menjadi tantangan di lapangan. Jarak menuju Puskesmas tidak mudah karena dipisah lautan.
Ellya mencontohkan, warga Desa Pulau Sakala harus menempuh perjalanan laut selama 5-6 jam untuk sampai ke puskesmas di Kecamatan Pulau Sapeken.
“Warga Desa Pulau Saur pun harus berlayar sekitar 1 jam lebih untuk sampai ke lokasi layanan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Ellya, pemeriksaan CKG mengharuskan di puskesmas, mengingat ketersediaan alat medis cukup lengkap di sana.
“Di sisi lain pemeriksaan kesehatan harus berpusat di Puskesmas,” tandasnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Sumenep memiliki 9 kecamatan kepulauan, yaitu Pulau Masalembu, Raas, Gayam, Nonggunong, Gili Genting, Sapeken, Kangayan, Arjasa dan Talango.
Penulis : Rifan A
editor: Kaylla






