Daerah

Ombak Besar Hantam Pesisir Jembrana, Puluhan Rumah dan Pasangan Paving Senderan Porak Poranda

×

Ombak Besar Hantam Pesisir Jembrana, Puluhan Rumah dan Pasangan Paving Senderan Porak Poranda

Sebarkan artikel ini
Batu paving blok di atas senderan yang belum genap setahun rampung berhamburan usai dihantam ombak besar di Pantai Pebuahan, (foto sekilasmedia.com - Soni)

Jembrana,Sekilasmedia.com –
Cuaca ekstrem angin kencang dan ombak besar menghantam pesisir selatan Kabupaten Jembrana, Kamis (26/6). Sejumlah rumah warga yang dekat dengan pantai terdampak.

Di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, sedikitnya ada enam rumah warga yang diterjang banjir rob.

Kondisi ini dipicu karena rumah warga dan jalan lebih rendah dari tumpukan batu penahan ombak atau senderan. Selain itu aktivitas nelayan juga lumpuh.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi sejak Rabu (25/6). Ia juga menghimbau warga terutama yang tinggal di dekat pantai untuk selalu waspada.

BACA JUGA :  H Anton Nurdin ST SH MSi Kembali Maju Menjadi Calon Ketua Umum KONI Kota Palembang

“Untuk warga supaya tetap waspada, mengingat kondisi cuaca ekstrim kemungkinan masih terjadi dalam beberapa hari kedepan,” ucapnya.

Sementara di tempat lain yakni di pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, ombak besar memporak porandakan sendaran pantai. Pasangan batu paving blok untuk joging track yang belum genap setahun dirampungkan banyak lepas dan berhamburan.

Ombak di Pebuahan sangat tinggi, sampai naik di atas senderan lalu menghantam rumah warga. Banjir rob ini diduga dipicu oleh angin kencang dan naiknya permukaan air laut karena fase bulan mati (tilem).

BACA JUGA :  Bupati Ikfina Imbau Pentingnya Pemenuhan Gizi Bersama KPM Dusun Losari

Selain senderan mengalami kerusakan cukup parah, sejumlah rumah warga yang berada di sisi timur juga terdampak, bahkan warga telah meninggalkan sementara rumahnya sejak tiga hari yang lalu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sugianta mengatakan, untuk penanganan pengaman pantai yang rusak bakal dikerjakan oleh pihak rekanan mengingat masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kami sudah melaporkan kondisi kerusakan revetment Pebuahan ini ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida,” jelasnya.