Daerah

Ramai Video Soal Isu BBM dan SPBU, Pertamina: Itu Tidak Benar

×

Ramai Video Soal Isu BBM dan SPBU, Pertamina: Itu Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
Pelayanan pada konsumen ramai di salah satu SPBU di Badung, Bali (foto Soni/sekilasmedia.com)

Denpasar,Sekilasmedia.com
Pertamina Patra Niaga meluruskan kabar bohong yang akhir akhir ini beredar luas di media sosial terkait bahan bakar minyak, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dilansir dari Antara, ada tiga jenis narasi bohong yang beredar liar di media sosial, hingga memicu kebingungan dan kekhawatiran dikalangan pemilik kendaraan.

“Ada tiga jenis kabar bohong yang selama ini beredar di media sosial dan perlu kami luruskan, bahwa itu tidak benar,” kata Area Manager Komunikasi dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Ketiga kabar bohong itu, yang pertama, pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil, dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan.

BACA JUGA :  Serah Terima Jabatan Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Ikhwan Hadi Jabat Pjs Direktur

Dimana kabar yang beredar itu tidak benar, sebab penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan.

“Dan hal ini juga sudah disampaikan oleh Kementerian ESDM melalui juru bicara KESDM,” ujarnya.

Kedua, sambung Ahad, adanya kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM, itu juga tidak benar. Video yang beredar itu adalah rekaman lama dari peristiwa berbeda.

“Itu bukan dibakar, tapi insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024 lalu,” jelasnya.

Terakhir atau ketiga, tentang video viral di Lumajang, Jawa Timur. Yang mana masyarakat disebut menggeruduk SPBU. Kabar itu juga hoax, karena kejadian sebenarnya adalah ketika ada karnaval di Desa Sentul, Lumajang, pada Rabu 17 September 2025.

BACA JUGA :  Bupati Ikfina Ingatkan Dampak Penyakit Hati/Kalbu Bagi Kesehatan Tubuh, Hadiri Pengajian Umum Ahad Pagi Di Desa Tangunan

Saat itu hujan turun deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21:00 WIB. Keributan terjadi akibat pengaruh minuman keras, bukan karena layanan SPBU.

“Tidak ada penjarahan atau kerusakan di SPBU, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya,” tandasnya.

Pihak Pertamina pun menyayangkan beredarnya kabar bohong itu, karena telah mencemarkan nama baik sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dan menghimbau masyarakat agar lebih jeli dan teliti terhadap berbagai bentuk disinformasi yang sering beredar.

Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan, yakni Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.

Penulis : Soni