Purwakarta, Sekilasmedia.com — Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bin Zein, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Lapang Bola Cikumpay PTPN VIII, Senin (4/5) pukul 08.00 WIB.
Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, tokoh pendidikan, kepala sekolah, guru, pelajar, serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan amanat, serta ditutup dengan doa.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses yang bersifat semesta dan tidak terbatas hanya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, proses belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk lingkungan, pengalaman hidup, serta interaksi sosial.
“Semesta adalah guru utama kita. Apa yang dipelajari di sekolah merupakan pengantar untuk memahami kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, makna “semesta” mencakup seluruh unsur yang ada di muka bumi yang turut mendukung proses pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian bersama terhadap berbagai faktor yang mendorong kemajuan pendidikan, tidak hanya dari sisi manusia, tetapi juga lingkungan.
Aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan sekolah, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang baik. Termasuk bagaimana guru mampu mengedukasi serta mendampingi peserta didik secara harmonis.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Ia menilai keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter.
“Selama ini kita menganggap orang tua adalah mitra sekolah. Padahal sebaliknya, sekolah adalah mitra bagi orang tua. Pendidikan pertama dan utama berada di lingkungan keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa guru dan kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Sadiyah, turut mengingatkan pentingnya pengendalian diri di tengah perkembangan teknologi. Ia mengimbau agar siswa, khususnya pada jenjang PAUD hingga SMP, tidak menggunakan kendaraan bermotor serta membatasi penggunaan gadget, agar terhindar dari risiko serta tetap fokus pada proses belajar,” ujarnya.
Sementara itu, bagi pelajar tingkat SMA, penggunaan teknologi dinilai tetap diperbolehkan dengan pengawasan dan pengendalian yang baik.
“Kita ingin anak-anak mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap mampu mengendalikan diri. Teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter,” tambahnya.
Kepala SMPN 3 Campaka, Hj. Ihat Solihat, M.Ag, menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara Hardiknas di lapangan depan sekolahnya menjadi kebanggaan sekaligus momentum penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
“Kami bersyukur dan merasa terhormat karena sekolah kami menjadi lokasi pelaksanaan upacara Hardiknas. Ini menjadi penyemangat bagi siswa dan guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap peringatan Hardiknas dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.
Selain itu, SMPN 3 Campaka juga menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project program penanaman berbasis lingkungan, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan siswa, guru, dan masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran ekologis bersama, agar lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus meningkatkan kedisiplinan dan menjaga sikap sebagai pelajar.
“Semakin disiplin, menghormati guru, menjaga marwah sebagai pelajar, serta terus meningkatkan kesadaran dalam belajar,” pesannya.
Dalam upacara tersebut juga dibacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk memperkuat kembali semangat pendidikan nasional.
Pendidikan dipandang sebagai proses memanusiakan manusia melalui pengembangan potensi, karakter, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Pemerintah juga mendorong sejumlah kebijakan strategis, seperti penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Selain itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Upacara Hardiknas 2026 di Purwakarta berlangsung tertib dan lancar, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berkelanjutan.