Hukum

Dibalas Siksaan Brutal, Ibu Laporkan ART yang Gigit hingga Jambak Kepala Anaknya

×

Dibalas Siksaan Brutal, Ibu Laporkan ART yang Gigit hingga Jambak Kepala Anaknya

Sebarkan artikel ini
Keluarga Pelaku Minta Kasus Dihentikan, Ibu Korban Tegas Tolak Damai demi Keadilan Anak ( foto/sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Seorang ibu berinisial OF (34) melaporkan asisten rumah tangganya (ART) berinisial SM ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Laporan ini diajukan setelah OF menemukan bukti kekerasan fisik yang dialami oleh anaknya, GF (9), yang dilakukan oleh orang yang dipercaya untuk merawatnya.

Kasus ini bermula pada Senin, 15 Juni 2026, sekitar pukul 12.08 WIB. Saat itu, OF sedang berada di luar rumah ketika menerima telepon dari anaknya. Sang anak mengeluh kesakitan dan mengirimkan foto kondisi tubuhnya yang penuh dengan memar.

“Saya melihat ada bekas gigitan dan memar di tubuh anak saya saat dihubungi. Setelah mengetahui kondisi tersebut, saya langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaannya,” ujar OF kepada polisi.

Bukti CCTV Mengungkap Kebrutalan

Setiba di kediamannya di kawasan Ilir Barat II, Palembang, OF segera memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di rumah. Hasil pemeriksaan membuat OF terperangah. Rekaman menunjukkan aksi brutal SM terhadap GF.

Dalam video tersebut, terlihat SM memukul, menjambak kepala, hingga menggigit tubuh korban. Aksi kekerasan diduga dipicu karena anak yang sedang rewel. Dalam rekaman lain, tampak GF ditarik paksa dari kursi menuju ke dalam kamar sebelum dianiaya.

BACA JUGA :  Dua Pemuda Lumajang Di Pastikan Lebaran Di Balik Jeruji

“Betapa tega dia menyiksa anak saya. Ada pukulan, gigitan, dan jambakan di kepala. Saya tidak menyangka kepercayaan saya dibalas dengan siksaan seperti itu,” kata OF dengan nada geram.

Kecurigaan OF sebenarnya telah muncul sebelumnya. Ia memperhatikan bahwa anaknya sering menangis tanpa alasan yang jelas dan terlihat ketakutan, bahkan saat sekadar menonton televisi. Namun, puncak kejadian baru terungkap melalui bukti visual CCTV tersebut.

Korban Alami Luka di Beberapa Bagian Tubuh

Akibat penganiayaan tersebut, GF mengalami luka memar bekas gigitan pada lengan kiri, memar pada pipi kiri, serta memar di bagian dada sebelah kiri. Luka-luka ini menimbulkan rasa sakit dan penderitaan bagi korban yang masih berusia kanak-kanak.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, GF menceritakan bahwa kekerasan yang dialaminya bukan kejadian pertama. Ia mengaku sering dimarahi, diomeli, dan dipukul setiap hari oleh SM.

“Pas kemarin saya dipukul, digigit, dan dijambak kepalanya,” aku GF polos sambil memperlihatkan bekas luka di tubuhnya.

Mengetahui hal tersebut, OF segera membawa anaknya ke RS Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan visum et repertum dan penanganan medis. Tak lama setelah memastikan kondisi kesehatan anaknya, OF memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke SPKT Polrestabes Palembang pada hari yang sama, Selasa (15/6/2026).

BACA JUGA :  Satreskrim Polres Lamongan Ringkus Pelaku Pembacokan di Warung Brondong

Pelaku Kabur, Keluarga Minta Kasus Dihentikan

Usai melakukan aksi kekerasan, SM diketahui melarikan diri dari rumah majikannya. OF berupaya mencari keberadaan SM hingga ke tempat tinggal keluarganya, namun hasilnya nihil. SM tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Yang lebih mengecewakan bagi OF, keluarga SM justru menghubungi pihaknya dan meminta agar kasus ini tidak diteruskan ke jalur hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh OF yang menginginkan keadilan bagi anaknya.

“Mereka bilang tolong jangan dilaporkan. Tapi kami sudah telanjur melapor ke polisi karena ini menyangkut keselamatan anak,” tegas OF.

Polisi Terus Memburu Tersangka

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan telah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut.

“Laporan akan segera kami serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan SM masih belum diketahui. Pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang dinilai tidak memiliki Etikat baik untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. ( tim)