Daerah

Peringati Hari Koperasi ke-79, Gus Barra Ajak Koperasi Mojokerto Berinovasi dan Bertransformasi Digital

×

Peringati Hari Koperasi ke-79, Gus Barra Ajak Koperasi Mojokerto Berinovasi dan Bertransformasi Digital

Sebarkan artikel ini
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra bersama jajaran pemerintah daerah, pelaku koperasi, dan para peserta berfoto bersama usai pembukaan Seminar Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/7/2026). Foto: Wibowo

 

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar seminar sehari dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Seminar dibuka secara resmi oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa koperasi selama hampir delapan dekade telah membuktikan diri sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional. Koperasi dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta menjaga semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

“Namun tantangan yang kita hadapi saat ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya. Perekonomian global dipengaruhi berbagai faktor, mulai perang dagang, perubahan iklim, perkembangan teknologi yang sangat cepat hingga dinamika geopolitik dunia.

Seluruh perubahan itu berdampak pada harga komoditas, pola perdagangan, hingga persaingan usaha yang semakin kompetitif,” ujar Gus Barra.
Menurutnya, Kabupaten

Mojokerto memiliki modal besar untuk menghadapi tantangan tersebut. Keberadaan pelaku UMKM yang terus berkembang, sektor industri yang kuat, potensi pariwisata, serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah menjadi kekuatan ekonomi yang harus terus dioptimalkan.

BACA JUGA :  Cegah Penularan Covid-19, Tahanan Polres Pekalongan Jalani Rapid Test

Meski demikian, Gus Barra mengakui masih banyak pelaku usaha kecil yang menghadapi keterbatasan, mulai dari akses teknologi, pemasaran hingga literasi digital. Karena itu, koperasi harus hadir sebagai wadah yang mampu menghimpun kekuatan ekonomi masyarakat, memperkuat posisi tawar pelaku usaha, memperluas akses pembiayaan, membangun jaringan pemasaran, serta meningkatkan efisiensi usaha.

“Hari Koperasi Nasional ke-79 dengan tema inovasi, transformasi, dan kolaborasi menuju koperasi berdaya, Indonesia berjaya merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas SDM, memanfaatkan teknologi digital, memperluas akses pembiayaan serta membangun kemitraan yang lebih luas,” katanya.

Gus Barra menambahkan, penguatan koperasi merupakan bagian dari visi pembangunan Kabupaten Mojokerto melalui Catur Abhipraya Mubarok, khususnya misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi, usaha mikro, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Mojokerto terus menghadirkan berbagai program pendampingan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi akses pembiayaan, pengembangan usaha mikro, promosi produk unggulan daerah hingga penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

Dalam kesempatan itu, Gus Barra juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi koperasi, di antaranya tata kelola yang masih tradisional, minimnya regenerasi pengurus, serta skala usaha yang relatif kecil sehingga daya saingnya belum optimal.

BACA JUGA :  Polres Gresik Bersama Disparbud Tinjau Pelaksanaam Prokes Di Tempat Permainan

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Mojokerto memfokuskan pengembangan koperasi pada tiga agenda utama.
Pertama, inovasi, yakni mendorong koperasi mengembangkan model usaha yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya melalui hilirisasi potensi lokal.
Kedua, transformasi digital, dengan memperkuat tata kelola berbasis teknologi, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memperluas pemasaran produk koperasi melalui platform digital.

Ketiga, kolaborasi, yaitu mempererat sinergi antara pemerintah, koperasi, BUMDes, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat guna memperkuat akses permodalan, pemasaran, peningkatan kualitas produk hingga lahirnya berbagai inovasi.

“Saya meyakini koperasi memiliki masa depan yang sangat besar. Dengan tata kelola yang baik, SDM yang kompeten, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi yang kuat, koperasi akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gus Barra mengajak seluruh insan koperasi menjadikan Harkopnas ke-79 sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, mempercepat transformasi digital, serta memperluas kolaborasi demi terwujudnya koperasi yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Semoga seminar ini melahirkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata yang mampu memperkuat arah kebijakan perkoperasian di Kabupaten Mojokerto, sehingga mampu mendukung terwujudnya Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” pungkasnya.(Wo/adv).