Daerah

Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Resmi Terapkan Sterilisasi

×

Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Resmi Terapkan Sterilisasi

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Gilimanuk Bali, (foto sekilasmedia.com/soni)

Jembrana, Sekilasmedia.com
Kebijakan sterilisasi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk resmi berlaku. Langkah ini menjadi awal baru transformasi layanan penyebrangan guna meningkatkan seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung sesuai standar keselamatan dan kenyamanan.

Penerapan penuh (Go Live) sterilisasi pelabuhan ini secara serentak diimplementasikan bersama empat pelabuhan utama lain, diantaranya Pelabuhan Merak, Bakauheni, Kayangan dan Lembar, pada Rabu (5/8/2026).

Awal implementasi, pengendalian kawasan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk berjalan sesuai rencana dengan berlaku pengaturan akses berbasis zonasi, area operasional hanya dapat diakses oleh petugas sesuai tugas dan kewenangannya.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, mengatakan, implementasi sterilisasi pelabuhan merupakan upaya transformasi layanan penyebrangan nasional. Langkah ini bukan sekedar penataan kawasan pelabuhan, melainkan perubahan budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kab. Blitar Akan Sidak Proyek Jembatan Subali Blitar, Sekilasmedia.com Proyek Jembatan Subali yang berada di Kecamatan Sutojayan masih belum berwujud. Padahal proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut harus selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini. Hingga saat ini progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder Kec. Sutojayan tersebut masih mencapai 25 persen saja. Sejauh ini yang sudah terbangun adalah abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang jembatan sisi barat. Dengan progres yang begitu lelet, warga sekitar lokasi pun khawatir jembatan ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Menanggapi keluhan tersebut DPRD Kabupaten Blitar pun akan melakukan sidak pembangunan jembatan Subali tersebut. “Emang terkesan lelet ya, kami akan sidak ya beberapa pekan ke depan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto (Sugik), Jumat (01/12/23). Warga khawatir proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran warga tersebut didasarkan didasarkan kondisi saat ini yang telah memasuki hujan, dimana sungai Ludo Agung biasanya akan meluap ketika hujan terus turun. Jika banjir terjadi warga khawatir pondasi bangunan jembatan akan terbawa arus sungai. Sehingga jembatan yang memakan APBD senilai Rp 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan rampung. Pembangunan jembatan ini memang mengalami sejumlah kendala, mulai dari material hingga pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Subali ini ternyata belum selesai. Total ada 19 warga yang akan terdampak pembangunan jembatan Subali. Tanah dari warga tersebut baru akan dibebaskan atau diberikan ganti rugi dengan akta notaris pada pekan depan. “Memang ada kendala pembebasan lahan di sekitar lokasi dan warga terdampak tapi PUPR tetap optimis katanya bisa rampung dalam pekan depan,” tegas Sugik. (adv/ddg)

“Ini bukan sekedar penataan kawasan, melainkan perusahaan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib dan sesuai standar,” ucapnya.

Sebelum implementasi penuh dilakukan, berbagai persiapan telah dilaksanakan sejak soft lounching pada 20 Juli 2026. Selama masa transisi perusahaan bersama regulator dan instansi terkait melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi pada pengguna jasa maupun pelaku usaha, hingga memperkuat koordinasi lintas antar sektor agar sistem berjalan optimal.

“Kami percaya pelabuhan yang aman melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat pada layanan penyebrangan,” katanya.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, menyatakan, sterilisasi pelabuhan menjadi langkah bersama untuk membangun budaya yang lebih disiplin, profesional dan berorientasi pada keselamatan. Melalui pengaturan akses yang lebih tertib, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional, penataan aktivitas di area pelabuhan, serta penguatan pengawasan melalui sinergi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA :  Ibu Masinten yang Ingin Segera Tinggali Rumah Baru dari Kodim 0820 Probolinggo

“Evaluasi akan terus dilakukan agar pemanfaatan program semakin dirasakan, baik pengguna jasa mupun ekosistem di pelabuhan,” ujarnya.

Melalui penerapan serentak di enam pelabuhan utama, ASDP berharap sterilisasi pelabuhan menjadi standar baru pengelolaan pelabuhan penyebrangan nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, keselamatan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada penyebrangan Indonesia yang semakin andal, aman dan berstandar internasional.

“Sterilisasi ini menjadi langkah bersama membangun layanan penyebrangan yang semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan,” tandasnya.

Penulis : Soni