Kesehatan

Perwakilan BPJS Cabang Mojokerto Raih Juara 1 FISHI 2026, Perkuat Kolaborasi Menuju UHC Berkelanjutan 

×

Perwakilan BPJS Cabang Mojokerto Raih Juara 1 FISHI 2026, Perkuat Kolaborasi Menuju UHC Berkelanjutan 

Sebarkan artikel ini
Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto berhasil meraih Juara 1 dalam ajang FISHI 2026 sebagai wujud penguatan kolaborasi dan komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) yang berkelanjutan.(foto: Doc BPJS)

Mojokerto, Sekilasmedia.com– Dalam rangka memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan melalui Corporate University menyelenggarakan Short Course Nasional JKN: Foundation Course of Social Health Insurance (FISHI) 2026 dengan tema “Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Cakupan Kesehatan Semesta”. Kegiatan yang dilaksanakan di Corporate University BPJS Kesehatan pada Sabtu (15/08) tersebut menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran wawasan bagi para pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam implementasi Program JKN. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA :  Mendapatkan SIM di Polres Mojokerto Dipermudah, Inilah Pengakuan Pemohon

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menyampaikan bahwa kegiatan FISHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, keberhasilan JKN tidak dapat dilakukan oleh BPJS Kesehatan seorang diri, tetapi membutuhkan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem kesehatan.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci dalam memastikan Program JKN dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Melalui FISHI ini, para pemangku kepentingan dapat saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang dalam penyelenggaraan JKN,” ujar Titus.

Titus menambahkan bahwa keterlibatan fasilitas kesehatan dalam kegiatan seperti FISHI juga memiliki arti penting. Fasilitas kesehatan merupakan salah satu mitra strategis BPJS Kesehatan yang berhadapan langsung dengan peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan. Karena itu, peningkatan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap mutu penyelenggaraan Program JKN.

“Kami tentu sangat mengapresiasi keterlibatan perwakilan fasilitas kesehatan dari wilayah BPJS Kesehatan Mojokerto dalam kegiatan ini. Selain menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, forum seperti FISHI juga dapat memperkuat komunikasi dan sinergi antarpemangku kepentingan,” ungkap Titus.

Dalam kegiatan tersebut, Arif Dewangga, Direktur RS Hasyim Asyhari yang merupakan peserta FISHI perwakilan wilayah BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, berhasil meraih Juara 1 Short Course Nasional JKN:FISHI. Menurut Arif, pengalaman tersebut semakin bermakna karena para peserta mendapatkan materi langsung dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang penyelenggaraan jaminan kesehatan. Jajaran Direksi BPJS Kesehatan, pakar akademisi dari UGM dan UI, hingga praktisi pemerintah daerah turut mengupas berbagai tantangan nyata dalam penyelenggaraan Program JKN.

“FISHI merupakan Kegiatan luar biasa, karena berada di tengah para pimpinan rumah sakit, pemerintah daerah, kepala dinas kesehatan, dan beberapa perguruan tinggi terbaik se-Indonesia memberikan insight yang besar. Alhamdulillah, suatu kehormatan besar mendapat predikat Juara 1 di ajang strategis ini. Pencapaian ini menjadi amunisi semangat baru untuk terus membawa dampak nyata, memperkuat tata kelola, dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi tercapainya Universal Health Coverage (UHC) yang berkelanjutan,“ ungkap Arif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Corporate University BPJS Kesehatan, seluruh narasumber, serta rekan-rekan peserta FISHI 2026 yang telah memberikan ruang diskusi dan pembelajaran yang sangat berharga. Ia berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan Program JKN.

“Terima kasih kepada Corporate University BPJS Kesehatan dan seluruh jajaran narasumber serta rekan-rekan peserta FISHI 2026 atas diskusi yang sangat ‘daging’ ini. Semoga pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat terus memberikan dampak nyata bagi penyelenggaraan JKN,” pungkasnya.  (adv)