Mojokerto,Sekilasmedia.com– Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto mulai mengadopsi sistem digital untuk memperkuat pengelolaan data kader dan keluarga. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Pendopo Graha Maja Tama, Kamis (27/8/2026).
Kehadiran SIM PKK menjadi bagian dari upaya pembaruan tata kelola organisasi agar pendataan, pelaporan, pemantauan kegiatan hingga penyusunan program dapat dilakukan dengan lebih terintegrasi.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa mengatakan, pemanfaatan teknologi diharapkan membuat kerja kader semakin efektif sekaligus meningkatkan kualitas data yang menjadi dasar pelaksanaan program PKK.
Salah satu fitur yang dikembangkan adalah pendataan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan sistem tersebut, proses pendataan diharapkan menjadi lebih sederhana sekaligus membantu menjaga validitas informasi keluarga.
Digitalisasi juga mulai diarahkan hingga kelompok Dasawisma melalui pengembangan SIM PKK berbasis perangkat seluler. Para kader nantinya dapat melakukan pendataan melalui telepon seluler sehingga penggunaan dokumen berbasis kertas dapat dikurangi.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, teknologi dapat membantu pemerintah dan PKK memperoleh gambaran kondisi masyarakat secara lebih baik, namun peran kader tetap menjadi bagian penting karena mereka bersentuhan langsung dengan keluarga.
Peluncuran SIM PKK sekaligus menjadi bagian dari penguatan 10 Program Pokok PKK. Program tersebut mencakup berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga, mulai kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi hingga perlindungan perempuan dan anak.
Melalui sistem yang semakin terintegrasi, TP PKK Kabupaten Mojokerto berharap koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dunia pendidikan dan berbagai mitra lainnya dapat berjalan lebih efektif.












