Mojokerto, Sekilasmedia.com– Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan ketenangan bagi Sulastri (50) saat mendampingi ibunya menjalani rangkaian pengobatan. Sang ibu harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami jatuh yang menyebabkan gangguan pada tulang belakang hingga membutuhkan operasi pemasangan pen.
Sulastri menceritakan, kondisi sang ibu bermula setelah mengalami kecelakaan jatuh. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan adanya masalah pada bagian tulang belakang dan menyarankan tindakan operasi untuk membantu proses pemulihan serta menunjang aktivitas sang ibu dalam jangka panjang.
“Waktu itu ibu saya jatuh. Setelah diperiksa ternyata ada masalah pada tulang belakang dan dokter menyarankan untuk menjalani operasi. Kalau tidak ditangani dengan baik, tentu akan mengganggu aktivitas ibu dalam jangka panjang,” ungkap Sulastri saat ditemui, Jumat (4/9).
Menurut Sulastri, keputusan menjalani operasi bukan hal yang mudah bagi keluarga. Namun, keberadaan JKN membuat dirinya dan keluarga lebih yakin untuk memilih tindakan medis yang dinilai terbaik bagi kondisi sang ibu.
Selain menjalani operasi dan rawat inap, sang ibu juga masih harus menjalani kontrol secara rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Hingga kini, kontrol tersebut telah berlangsung selama lebih dari enam bulan.
“Dengan adanya JKN kami sangat terbantu, mulai dari rawat inap, operasi sampai kontrol rutin setiap bulan. Jadi kami sekeluarga bisa lebih fokus mendampingi ibu menjalani proses penyembuhan dan pemulihan,” jelasnya.
Tak hanya untuk menangani masalah tulang belakang, Sulastri juga memanfaatkan JKN untuk memantau kondisi kesehatan sang ibu yang memiliki riwayat hipertensi. Pemeriksaan dilakukan secara berkala agar kondisi tersebut tetap terkontrol.
Di tengah kesibukannya mendampingi sang ibu, Sulastri mengaku terbantu dengan kemudahan layanan JKN, termasuk penggunaan aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, perubahan jadwal kontrol dapat dilakukan dengan mudah sehingga lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan pemeriksaan.
“Di sela-sela kontrol tulang, kami juga melakukan pemeriksaan untuk hipertensi. Kalau ada perubahan jadwal kontrol, melalui Mobile JKN juga mudah sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsultasi dengan dokter,” tuturnya.
Bagi Sulastri, memiliki jaminan kesehatan merupakan hal penting. Ia menyadari bahwa kondisi kesehatan seseorang tidak dapat diprediksi dan biaya pengobatan bisa menjadi beban apabila tidak dipersiapkan sejak awal.
Karena itu, keberadaan JKN membuat keluarganya merasa lebih tenang ketika harus mengambil keputusan terkait pengobatan sang ibu. Beban kekhawatiran mengenai biaya dapat diminimalkan sehingga keluarga bisa lebih berkonsentrasi pada proses pemulihan.
Kini, kondisi sang ibu berangsur membaik. Setelah menjalani operasi dan kontrol secara rutin, ia mulai kembali melakukan berbagai aktivitas seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah kondisi ibu saya semakin membaik dan sudah mulai bisa beraktivitas seperti dulu. Setiap bulan saya juga mengantar ibu kontrol ke rumah sakit dan sejauh ini kami mendapatkan pelayanan yang baik,” ujar Sulastri.
Pengalaman tersebut membuat Sulastri semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Baginya, JKN bukan hanya membantu ketika sakit, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.(adv)












