Daerah

Tanggap Covid-19, SPSI Kota Probolinggo Bagikan 2000 Masker

×

Tanggap Covid-19, SPSI Kota Probolinggo Bagikan 2000 Masker

Sebarkan artikel ini

 

Anggota SPSI Kota Probolinggo saat membagikan Masker pada pengendara sepeda motor.

Probolinggo, Sekilasmedia.com –
Peringati Hari Buruh, Federasi SP Kahut Indonesia Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Probolinggo melakukan aksi bagi-bagi masker gratis, Kamis (30/4). Aksi sore itu langsung dikomandoi Ketua SPSI Kota Probolinggo Faisol.

Sesuai motto SPSI Kota Probolinggo, “Solidaritas Tanpa Batas, Setia Kawan dan Militan” mereka bergerak  berbagi 2000 masker kepada sejumlah pengendara kendaraan bermotor maupun penarik becak yang melintas di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman nomor 19.

BACA JUGA :  SRA Cargo Indonesia Mitra Garuda Indonesia Dan Citilink, Ada SRA Cargo Academy Bina Pesepakbola Muda

Dibantu dengan petugas kepolisian setempat, aksi ini mendapat perhatian dari Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang ikut turun tangan membagikan masker sambil memberikan edukasi pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi COVID 19 ini.

Upaya ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID 19 mulai dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kerumunan, sampai dengan disiplin memakai masker saat di luar rumah. Komitmen tersebut harus dijalankan bersama, baik itu masyarakat dan pemerintah.

“Saya mengapresiasi atas usaha SPSI Kota Probolinggo hari ini telah bagi-bagi masker secara gratis. Saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan niatan ini membawa manfaat. Lebih jauh kita dapat mengambil peran agar masyarakat tidak terpapar virus corona dengan disiplin memakai maskernya,” terang wali kota.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Pembina Narapidana, Lapas Lamongan Ikuti Bimtek SPPN

Ditemui usai acara, Kepala DPMPTSP dan Naker Dwi Hermanto mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian para pekerja atas pandemi yang sekarang terjadi. Diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini masih terus berlanjut.

“Buruh tidak hanya bisa demo-demo yang sifatnya anarkis. Buruh juga manusia biasa yang mempunyai rasa peduli atas wabah yang terjadi. Kurang lebih 20 perusahaan ikut terlibat dalam aksi ini,” paparnya.SEP