Hukum

PASCA DITANGKAPNYA MAFIA TAMBANG,PENAMBANGAN PASIR LIAR MAKIN MARAK BAHKAN PAKAI ALAT MESIN SEDOT

×

PASCA DITANGKAPNYA MAFIA TAMBANG,PENAMBANGAN PASIR LIAR MAKIN MARAK BAHKAN PAKAI ALAT MESIN SEDOT

Sebarkan artikel ini
  1.  

 Lumajang (sekilasmedia.com) – Sebelum dan sesudahnya Mafia Tambang yang belum lama ini diciduk Aparat penegak hukum yakni Polres Lumajang masih banyak saja permasalahan dilokasi tambang, ditinjau dari banyaknya orang yang mengajukan SIUP terlihat bahwa sumberdaya alamnya dari sektor pertambangan pasir yang seharusnya bisa menjadi berkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, maupun untuk masyarakat justru malah sebaliknya banyak masalah. Mulai dari menjamurnya praktek pungutan liar, kerusakan infrastruktur jalan dan indikasi penyalahgunaan surat keterangan asal barang (SKAB) dan banyak persoalan terkait hilir mudik armada angkutan pasir yang melewati kawasan padat penduduk sehingga timbul permasalahan – permasalahan dengan warga yakni kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan meninggal dunia,(18/10/2018

Sementara ini menurut Pakar Lembaga Bantuan Hukum Lumajang, Basuki Rahmad SH. Berbagi persoalan tersebut harus bisa diselesaikan oleh Pemkab Lumajang dengan melakukan langkah – langkah strategis agar problematika terkait pertambangan pasir segera terselesaikan sehingga pertambangan pasir di kabupaten Lumajang benar – benar menjadi berkah yang bisa menguntungkan bagi pemerintah daerah untuk dipergunakan seluas – luasnya bagi kesejahteraan masyarakatnya.

BACA JUGA :  LAGI- LAGI Pengedar Sabu dan dobel L ?? Pria Asal Ngebong Berhasil Diungkap Satresnarkoba, Dan dijebloskan SEL tahanan Mapolres Tulungagung 

“Harapan kita, Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam hal ini bapak bupati H. Thoriqul Haq dan wakil bupati Bunda Indah Masdar melakukan pembenahan – pembenahan, ya kita masyarakat mendukung sepenuhnya pemerintahan beliau, kita doakan bersama mudah – mudahan bupati/wakil bupati senantiasa diberi kesehatan, kekuatan untuk membawa kabupaten lumajang ke arah yang lebih baik” Kata Basuki Rahmad SH pada awak media, Kamis (18/10/2018).

Basaki Rahmad yang akrab disapa Bang Okik ini juga menyampaikan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan berkirim surat kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK) karena persoalan pertambangan di kabupaten lumajang ia nilai sudah demikian kronis, banyak sekali indikasi kebocoran sehingga negara dirugikan. Sebagai masyarakat lumajang upaya yang dilakukan saat ini hanya sebatas melakukan tela’ah serta kajian – kajian yang akan di sampaikan ke Bupati Lumajang dan Gubernur Jatim.

BACA JUGA :  Satu Truk Telur Busuk Diamankan Polresta Mojokerto

“Titik persoalan sebenarnya sederhana mas, tinggal kemauan kita untuk menyelesaikannya, kita sudah melakukan kajian – kajian, harapan kita untuk sementara kegiatan pertambangan ditutup, karena ada indikasi mafia pasir sehingga pendapatan pemerintah daerah tidak optimal” ungkapnya.

Okik menambahkan, Pendapatan Pemerintah daerah dari sektor pertambangan pasir sangat minim di bandingkan dengan volume pasir yang sangat luar biasa banyaknya yang sudah dikirim keluar dari kabupaten Lumajang. Basuki Rahmad mencontohkan dari proses awal mulai pertambangan sampai stockphile angkutan pasir yang seharusnya satu dum truck menggunakan satu SKAB, namun yang terjadi faktanya satu SKAB atau kartu kendali digunakan sepuluh hingga lima belas kali pengangkutan (dum truck) itu artinya pemerintah daerah dirugikan.

“Satu SKAB kan harusnya dipakai satukali angkut, tapi faktanya dilapangan satu SKAB atau kartu kendali itu dipakai beberapa kali, sepuluh hingga lima belas kali” Imbuhnya(kar)