
Lumajang,sekilasmedia.com-Telah ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia diakibatkan tenggelam di sungai bondoyudo masuk wilayah Desa Kaliboto lor, kec. Jatiroto, kab. Lumajang.Kamis,01/11/2018 sekira pukul 15.30 Wib.
Sementara korban diketahui bernama Habir ,(48), Alamat Dsn. Kotokan RT.002/RW.10 Ds. Jatiroto Kec. Jatiroto Kab. Lumajang,
Kapolsek Jatiroto AKP
. M.Sidik SH melalui Kanit Reskrim Bripka Angit Wira Sudana SH membenarkan telah ditemukan mayat seorang laki – laki hanyut disungai bondoyudo Desa Kaliboto lor Kec.Jatiroto Kab Lumajang.
Bermula,Pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018 jam 09.00 wib, korban a.n. Habir , (48) Alamat Dsn. Kotokan RT.002/RW.10 Ds. Jatiroto Kec. Jatiroto Kab. Lumajang.
Korban berangkat dari rumah korban untuk mencari rumput dengan memakai baju lengan panjang motif kotak-kotak coklat, celana panjang jin warna biru, dan mengendarai sepeda angin warna biru di bibir sungai Bondoyudo masuk desa Kaliboto lor Kec. Jatiroto, kab. Kumajang.
Kemudian Pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018 sekira pukul 16.00 Wib warga masyarakat dan keluarga terus melakukan pencarian sepanjang sungai Bondoyudo masuk wilayah Desa kaliboto lor kec. Jatiroto kab. Lumajang dengan dibantu BPBD kab. Lumajang sampai malam hari dan dinihari.
Dilanjutkan pencarian selanjutnya pada hari Kamis 1 Nopember 2018 jam 05.30 Wib, korban diketemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di bibir sungai bondoyudo desa. Kaliboto lor, kec. Jatiroto, kab. Lumajang dengan posisi tengkurap di bibir sungai bondoyudo
Selanjutnya petugas Polsek Jatiroto, petugas koramil jatiroto dengan dibantu warga dan keluarganya membawa ke Rumah sakit Jatiroto dengan didampingi oleh keluarga dan Kepala Desa Jatiroto melakukan pemeriksaan luar, oleh tenaga medis Rumah sakit Jatiroto, korban di nyatakan meninggal dunia serta hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Karena pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan Otopsi Mayat maka jenazah korban hanya dilakukan Visum luar oleh tenaga medis Rumah sakit jatiroto.
Setelah dilakukan mediasi keluarga korban membuat surat penyataan mengetahui Kepala Desa Jatiroto menyatakan bahwa menerima kejadian tersebut karena musibah.
Masih menurut angit dan hasil keterangan dari keluarga, korban menderita penyakit saraf otak dan sering mengalami kejang – kejang yang sudah di deritanya kurang lebih 2 tahun dan sering dilkukan perawatan medis oleh keluarga korban,”pungkasnya(kar)






