Kriminal

DIBIDIK BECENK, JALAN PENJAMBRET HP TERTATIH TATIH

×

DIBIDIK BECENK, JALAN PENJAMBRET HP TERTATIH TATIH

Sebarkan artikel ini

Badung Bali,Sekilasmedia.com –
Hasil rilis, pekan lalu jajaran Polsek Kuta Utara bersama Tim Jatanras Polda Bali, melumpuhkan pelaku penjambretan terhadap warga asing yang dilakukan I Komang Punduh (26) di Jalan Mataram, Kuta.

Ketika ditunjukan ke hadapan wartawan, langkah jalan pelaku nampak tertatih tatih dengan beberapa balutan perban di kakinya.

Kapolsek Kuta Utara, AKP Johannes H.W.D Nainggolan menerangkan, penangkapan pelaku terbilang licin, sebab, tempat tinggalnya berpindah pindah hingga butuh waktu. Berkat kerjasama tim akhirnya pelaku ditangkap, dan oleh anggota dihadiahi timah panas setelah melakukan perlawanan  dan berusaha untuk melarikan diri. Untuk sementara pelaku di sel Mapolsek Kut

BACA JUGA :  Artis Papan Atas PM Penuhi Panggilan Polda Jatim Terkait Investasi Ilegal

” Pelaku penjambretan orang asing, sudah kami tangkap. Untuk sementara akan di sel Mapolsek Kuta Utara, ” ujarnya.

Aksi penjambretan yang dilakukan pelaku dengan menyasar orang asing yang berlibur di wilayah Kuta dan Kuta Utara. Modusnya berpura pura menanyakan alamat kepada korbannya yakni, orang asing yang saat itu membawa handphone (HP). Setelah berhasil berkomunikasi, pelaku langsung merampas HP dan melarikannya pergi.

Dijelaskan Kapolsek, aksi penjambretan HP milik orang asing sudah berulang kali terjadi di wilayah hukum Polsek Kuta Utara, ulah ini pun sangat meresahkan masyarakat, terutama orang asing jadi korban. Dari banyak kasus yang sama, kepolisian Kuta Utara bersama Tim Jatanras Polda Bali, melakukan  penempatan sejumlah anggota daerah rawan kejahatan.

BACA JUGA :  Pemuda Kalimantan Tega Cabuli Adik Pacar Sebanyak Tiga Kali

Akhirnya berhasil menangkap I Komang Punduh di Jalan Raya Batu Bolong, saat melakukan aksi penjambretan HP milik Georgio Louise Pitkin, dari Negara Inggris. Kepada polisi pelaku mengaku, jika aksinya sudah dilakukan lebih dari tiga kali.

” Pengakuannya lebih dari tiga kali. Tapi tidak begitu saja percaya. Kemungkinan ada jaringan jika dilihat dari jumlah kasus. Untuk sementara kasus ini akan kami kembangkan, ” pungkasnya. (sond)