Daerah

SELAMATAN “GREBEG SURO MENDEM KEPALA SAPI DAN ARAK – ARAKAN 38 TUMPENG DI HUTAN BAMBU SANGAT MERIAH

×

SELAMATAN “GREBEG SURO MENDEM KEPALA SAPI DAN ARAK – ARAKAN 38 TUMPENG DI HUTAN BAMBU SANGAT MERIAH

Sebarkan artikel ini

Lumajang,sekilasmedia.com-Kepala Desa Sumber Mujur Sapi’i tak henti -hentinya ucapkan rasa syukurnya yang dirasakanya semenjak menjabat 3 Periode yang berikan kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi Kepala Desa Sumber Mujur, Saya bangga punya perangkat dan warga desa sumbermujur. Bpd. Lkmd,Rt/Rw dan masyarakat Yang punya jiwa patriotisme dan kekompakannya dalam baur membaur kegotong royonganya masih kental antara masyarakat satu dengan lainya,saya hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih yg tak terhingga kepada semua pihak yg telah mendukung demi suksesnya acara di Desa Sumber Mujur yang kita Cintai ucap pi’i.minggu (13/09/2018).

Kepala Desa Sumber Mujur Sapi’i saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa, atas kesuksesanya untuk mewujudkan dalam membangun desa Sumber Mujur,tanpa didasari dengan keseriusan yang disertai penuh kesadaran seperti, Perangkat Desa,BPD,LKMD, dan semua masyarakat dengan hati yang tulus dan Ikhlas maka Desa Sumber Mujur tidak seperti sekarang ini,”kata pi’i kepada awak media dikantornya.seperti pada giat acara grebeg Suro Tradisi 1 suro yang digelar ribuan warga di lereng Gunung Semeru Lumajang. Mereka mengarak sesaji berupa gunungan hasil bumi dan kepala sapi.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Gelar Bakti Religi, Bersihkan Tempat Ibadah Jelang Hari Bhayangkara

Sesaji ini diarak dengan cara dipikul dari balai desa menuju wisata hutan bambu,Isi sesaji itu diantaranya berupa padi hasil pertanian berupa jagung, sayur mayur, buah-buahan dan kepala sapi.

Hutan bambu yang dihuni ratusan kelelawar dan ribuan Kera yang selama ini dianggap keramat oleh warga setempat. Siapa pun yang merusak, warga meyakini akan mendapatkan kesulitan dikemudian har. Karena pandangan itulah tempat tersebut hingga kini tetap terjaga dan masih Alami.

Bahkan Semua sesajen yang sudah disiapkan kemudian ditata berderet sedemikian rupa. Mbah Tirto sesepuh desa setempat kemudian membakar kemenyan, lalu dilanjutkan dengan membaca mantra dan doa.

Setelah do’a dipanjatkan, kepala sapi berbalutkan kain kafan dikubur bersamaan dengan sesajen tumpeng dilarung ke sumber mata air.

“Larung sesajen ini sebagai simbol membuang musibah dan penyakit,” kata Gito salah seorang tokoh masyarakat desa setempat.

BACA JUGA :  Tradisi Galungan Di Desa Wonomulyo, Wujud Nyata Toleransi Dalam keragaman

Masih menurut Gito, Usai ritual larung selesai dilakukan, ribuan warga langsung berebut gunungan suro. Tak hanya orang dewasa, ana-anak pun juga ikut berebut hingga mereka harus berdesakan dengan orang dewasa. “Saya tadi sempat berebut dan berdesakan untuk mendapatkan jagung,” ungkap Gito

Tradisi 1 suro ini digelar warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, secara turun temurun. Tradisi ini menjadi obyek wisata tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun wisatawan di luar Lumajang.pada tanggal 11 September 2018 bertema Grebeg Suro Di sepanjang Jalan Raya Desa Sumbermujur dipadati para pengunjung yang ingin menyaksikan beberapa rangkaian kegiatan dalam rangkaian acara Mulai dari arak – arakan 38 Tumpeng Hasil Bumi, dan berbagai Tarian Koslosal semar Bangun Kahyangan dan Mendem Kepala Sapi untuk menyambut Tahun Baru Islam pada 1 Muharam 1440 Hijriah sekaligus untuk mempromosikan Wisata Alami Sumber Mujur selama 3 hari dan berakhir Kamis (13/9/2018),”pungkasnya(kar)