Investigasi

Puskesmas Singotrunan Diduga Salah Memberi Obat Kepada Pasien.

×

Puskesmas Singotrunan Diduga Salah Memberi Obat Kepada Pasien.

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi,Sekilasmedia.com – Diduga akibat salah tindakan medis seorang pasien Puskesmas Singotrunan dirujuk ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. Pasien yang bernama Hartono awalnya menderita deman, namun setelah mengkomsumsi obat yang dari Puskesmas tersebut bukannya membaik, kesehatan Hartono malah berubah menjadi membengkak dengan sekujur badan dan wajah menjadi berbintik air dan nanah, akibatnya Hartono terpaksa di larikan ke UGD RSUD Blambangan.

Adalah dr. Khusnul Mufidati yang bertugas saat itu di Puskesmas Singotrunan, saat dikonfirmasi oleh beberapa media, khusnul menjelaskan jika tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai standar SOP.

Ketika awak media menunjukkan obat yang diberikan dokter Khusnul, ia agak terkejut karena diantara sejumlah obat, terdapat obat yang tidak diakuinya, namun ketika awak media mengeluarkan pembungkusnya ia baru sadar dan memgakuinya.

BACA JUGA :  Soal Proyek Mangkrak, Walikota Sudah Berikan Solusi

“Oh iya itu obat berasal dari sini, ini obat diare” ujarnya di puskesmas Singotrunan pada 22/10/2018.

Menurut Khusnul, pihaknya bekerja berdasarkan standar SOP jadi tidak mungkin ada tindakan yang tidak benar. Ia pun menyangkal jika ada yang mengatakan salah obat.

“Saya mengira itu alergi obat atau cacar air, tapi itu penyakit lanjutannya, karena virusnya sama virus cacar air, maka saya rujuk ke poli kulit”.ujar Khusnul.

Dikatannya jika seseorang tidak tahan terhadap obat maka ia akan alergi terhadap obat.

“Kami memiliki prosedur untuk menanyakan kepada pasien apakah memiliki riwayat alergi terhadap obat atau tidak, namun ada juga tadinya tidak pernah alergi obat, namun bisa saja muncul sekita” kata khusnul.

BACA JUGA :  Picu Limbah Debu, Pabrik Pengolahan Sabut Kelapa di Jembrana Diprotes Warga

Sementara itu menurut keterangan keluarga, Hartono berobat ke puskemas Singotrunan pada 17/10/2018, setelah mengkomsumsi obat dari puskesmas wajah membengkak, hari berikutnya kembali lagi ke puskesmas singotrunan mempertanyakan hal itu, oleh dokter khusnul, Hartono dilarang meminum salah satu obat yang ia berikan, dan ia menyarankan untuk ke RSUD Blambangan. Hartono pun dilarikan ke UGD blambangan pada Sabtu malam 20/10/2018. Hingga berita ini di muat belum ada kejelasan yang pasti tentang penyakit Hartono Dugaan sementara terjadi kesalahan dalam penanganan medis oleh Puskesmas. (tim)