
Gianyar Bali,Sekilasmedia.com-
Jagad media sosial (medsos) kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman video penganiyaan yang dilakukan oleh gank siswi, terhadap korban berinisial DPS (15) seorang siswi SMK di Kabupaten Gianyar. Aksi penganiayaan ini terjadi di Jalan Jukut Paku, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar, pada Sabtu lalu (17/11).
Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu sudah sampai di kantor Polsek Ubud, yang hingga saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki kasusnya.
Kapolsek Ubud, Kompol Raka Sugita, Rabu (21/11) membenarkan adanya kejadian tersebut. Juga mengatakan, pihaknya hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan. ” Kami masih dalami, ” ujar Sugita.
Lebih lanjut diungkapkan jika hasil penyelidikan sementara, pihaknya telah mengantongi identitas anggota gank cewek yang diketahui telah menganiaya pelajar berinisial DPS itu. ” Pelaku sudah kami kantongi identitasnya, tetapi tetap masih dalam lidik, ” tukasnya.
Dijelaskan, penganiayaan ini bermula dari salah paham terkait laki-laki. Sampai akhirnya grombolan genk cewek itu mencari korban ke Ubud, dan bertemu di Jalan Jukut Paku, tepatnya di selatan pasar ada Sabtu sore sekitar pukul 14.00 Wita. Gank cewek ini diduga dikomandoi oleh siswi asal Kecamatan Tampaksiring.
Saat gank cewek tersebut bertemu korban, sempat terjadi cekcok mulut, namun akhirnya berujung pada aksi penganiayaan. Sambil mengeluarkan kata-kata kasar, gank cewek ini menjambak rambut korban, mendorong hingga menendang perut siswi kelas VII tersebut hingga kesakitan.
Dalam berlangsungnya penganiayaan, beberapa dari gank cewek ada yang menonton, dan juga ada seorang cewek yang merekam kejadian itu. Dalam video itu, salah satu pelaku sempat berbicara. “Joh-joh cang ngendon ke gumi Ubud maan musuh enduk (Jauh-jauh ke wilayah ubud dapat musuh lemah, red),” ujar salah satu pelaku dalam video yang sempat viral namun telah dihapus di media sosial itu.
Saat penganiayaan terjadi, juga terdengar suara cewek yang mencoba melerai namun tidak bisa. Penganiayaan justru terus dilakukan. Usai kejadian, korban yang masih dalam kesakitan melapor ke Polsek Ubud pada Senin lalu (19/11).(son)






