
Jembrana Bali,Sekilasmedia.com-
Warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, prostes, dengan keberadaan kandang ayam broiler yang selama ini diduga sebagai penyebab gempuran lalat ke pemukiman.
Dari informasi, sejumlah warga sudah berulang kali melayangkan protes, sebab keberadaan kandang ayam itu juga diduga tak berizin, hingga memunculkan lalat sangat banyak dan menyerang rumah warga dengan radius lebih dari 1 km.
Kepada wartawan, Putu Tal pemilik warung yang ada di dekat kandang, dibuat tidak nyaman dengan serbuan lalat yang diduga bersumber dari kandang ayam milik warga lokal tersebut. Lalat-lalat tersebut hinggap di makanan yang dijual, membuat pembeli enggan untuk berbelanja di warung.
” Meski telah mengendalikan serangan lalat dengan menggunakan lem, namun tidak membuahkan hasil. Jumlah lalatnya sangat banyak, ” akunya.
Protes, menurut warga sudah
sering disampaikan melalui kelian banjar setempat maupun perbekel. Namun tidak pernah mendapat respons dan usaha peternakan tersebut terus saja berproduksi.
Made Sudana salah seorang warga mengatakan, sangat keberatan dengan keberadaan kandang tersebut. Sebab, diduga sebagai penyebab timbulnya lalat yang jumlahnya sangat banyak, dan ini terjadi sejak kandang berdiri.
” Ini sudah terjadi sejak dua tahun. Sudah sering protes tapi tidak ada respons, ” ungkapnya.
Dijelaskan, karena lebih dulu tinggal di lokasi tersebut sejak 1980, dan kandang ayam tersebut baru berdiri sejak pertengahan 2016. Dia meyakini jika kandang ayam itu tidak memiliki izin, karena tidak mungkin pemerintah mengeluarkan izin mengingat peternakan ayam potong tersebut berada di tengah-tengah pemukiman warga.
Protes senada juga disampaikan oleh Putu Suparta dan sejumlah warga lainnya. Bahkan selain memunculkan serangan lalat, keberadaan kandang ayam tersebut juga menebar bau busuk yang sangat menyengat lantaran kotorannya jarang di bersihkan.(son)





