Kriminal

KAPOLRES TEGASKAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN UNSUR SARA ATAS TERJADINYA PENGRUSAKAN PATUNG SIMBOLISME AGAMA HINDU

×

KAPOLRES TEGASKAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN UNSUR SARA ATAS TERJADINYA PENGRUSAKAN PATUNG SIMBOLISME AGAMA HINDU

Sebarkan artikel ini
Foto anggota polisi yang berada di lokasi
Foto anggota polisi yang berada di lokasi

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Telah Digemparkan dengan berita perusakan simbol agama Hindu di Desa. Argosari Kec. Senduro Kab. Lumajang. Diketahui, patung yang dirusak bukanlah patung yang berada di Pura Mandara Giri Senduro, tetapi merupakan patung Padmasari yang berada dipinggir jalan.

Polsek Senduro yang mengetahui kejadian ini dibantu anggota dari Polres Lumajang turun langsung ke tempat kejadian yang dimaksud. Setelah dilakukan pengecekan secara langsung, memang benar telah terjadi pengrusakan patung di 3 tempat yang berbeda, yakni di dekat Jembatan Jurang gedok Jl. Desa Argosari Kec. Senduro, di tikungan di Jl. Desa. Argosari Kec. Senduro, serta simpang tiga Bakalan di Jl. Desa. Argosari Kec. Senduro.

Dalam pernyataan nya, AKBP DR Muhammad Arsal Sahabn S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyatakan tak ada kaitannya sama sekali dengan unsur SARA.
“Secara tegas saya katakan tak ada keterkaitanya dengan unsur SARA. Saya sangat menghimbau kepada umat hindu untuk menahan diri dan tak terprovokasi atas kejadian ini karena memang hanya dilakukan oleh orang iseng saja. Selain itu meskipun agama Hindu adalah agama minoritas di Kec. Senduro, nyatanya tak pernah ada penolakan dalam kegiatan peribadatan selama ini,” ujarnya

BACA JUGA :  Oknum Guru MIN Diduga Cabuli Siswinya

“Saya berjanji untuk berusaha mengungkap pelaku pengrusakan patung padmasari yang berada dipinggi jalan desa Argosari ini. saya tidak ingin masalah ini di plintir oleh orang-orang tak bertanggung jawab,” tegas orang nomer satu di Mapolres Lumajang itu.

Senada dengan Kapolres Lumajang, Bapak Ismail selaku Kepala Desa. Argosari kec. Senduro juga mengatakan tak ada permasalahan antar warganya yang berbeda keyakinan.”Ini adalah ulah orang iseng.

BACA JUGA :  Seludupkan Satwa Dilindungi, WNA Rusia Diamankan

Warga saya tidak pernah bersebrangan masalah kegiatan umat Hindu diwilayah Senduro, Saya sebagai Kepala Desa akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Segera akan kami perbaiki kembali bersama masyarakat Argosari,” ungkapnya. Ismail.

Selain itu, Parisada Hindu Dharma Indonesia atau yang lebih dikenal PHDI Lumajang juga menyatakan bahwa umat Hindu di Kab.Lumajang akan bersabar dan menahan diri serta melimpahkan segala urusan ke pihak yang lebih berwenang.

“Ini bukanlah sebuah penolakan terhadap kegiatan peribadatan umat Hindu. Saya yakin ini adalah orang iseng semata, kami tak pernah berkonflik dengan Masyarakat Argosari selama ini.

“Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa Argosari, dan kepada Kapolsek Senduro,” ungkap Edy Sumianto. S, Ag yang merupakan ketua PHDI wilayah Lumajang,”(Maria).