
Mojokerto, Sekilasmedia. Com-Merasa galian tambangnya terusik, oknum wartawan yang mengaku pemilik lahan tambang di Desa Dlanggu Kecamatan Dlanggu Kabupaten itu , serang balik ngajak demo kantor Sekilasmedia.com.
Diketahui sebelumnya kegiatan penambangan tanah uruk yang diduga kuat illegal diwilayah Dlanggu telah diberitakan Sekilasmedia.com, pada Minggu (19/5/2019).
Seperti yang terlihat di group whatsapp MBI (Masyarakat berbagi info) Ketua Forkim Mojokerto Sugiantoro SH, bakal melakukan gerakan aksi demo terkait tambang yang berada di Desa Dlanggu.
Di whatsapp terlihat niat aksi demo Forkim ditambang ini, dijawab langsung oleh oknum wartawan bernama Tawi, yang mengaku pemilik lahan tambang tersebut, dengan komentar ,” apa kantor Sekilasmedia tidak di demo sekalian, ” ucapnya.
Dari pantauan Sekilasmedia.com Tawi adalah pemilik tunggal media online Kompaspublik. Com, saat ini dia nyambi menjadi beking tambang di Desa Dlanggu, dan mengaku -ngaku tambang itu miliknya.
Pimpinan Redaksi Sekilasmedia.com N Wibowo menjelaskan, sebenarnya kompaspublik itu lahirnya bersamaan dengan sekilas media, tapi sayang media ini perizinannya tidak jelas beritanya pun jarang di isi kantornya tidak ada dan tidak terferifikasi dewan pers bisa dikata media abal -abal.
,” Hal yang biasa ketika perusahaan teman berjalan lancar sedangkan, kompaspublik macet di tempat jadi ada kecemburuan sosial,” ungkap Wibowo.
Wibowo menambahkan, kapan hari Tawi datang ke kantor Sekilasmedia dia menyuting vidio di teras kantor, ia mengira ada gundukan pasir itu limbah, kecele padahal tak pernah ada limbah dikantor kami, silahkan teman-teman main ke kantor bisa di chek, itu hanya sifat iri saja ketika teman mau maju seakan tidak terima, ” tandasnya.
Karena perusahaannya media yang tidak jelas, sehingga dia terpaksa nyambi beking tambang di Desa Dlanggu, ” pungkasnya. (gih)





