
MOJOKERTO, Sekilasmedia.com – Banjir yang menggenangi dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto hingga Selasa (04/02) pagi masih belum surut. Bahkan cenderung naik, akibat hujan yang mengguyur wilayah Jombang-Mojokerto, Senin (03/02) sore kemarin.
Banjir yang disebabkan luapan sungai Avur (Watudakon) itu sudah tiga hari ini; sejak Minggu (01/02) malam, melanda wilayah Tempuran. Setidaknya lebih dari 30 rumah terdampak, tersebar di dua dusun, yakni Dusun Bekucuk dan Tempuran. Paling parah terjadi di Bekucuk; ada lebih dari 25 KK yang terdampak. Banjir juga merendam puluhan hektar sawah, fasilitas umum, mulai dari Balai Desa, Sekolah Dasar (SD), hingga tempat beribadah.
Djoko Supangkat, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Watu Dakon ini terjadi hampir setiap tahun.
“Bahkan meski di sini tidak hujan, banjir akan tetap terjadi, karena diakibatkan luapan sungai dari Jombang,” ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala Dusun Tempuran Wahyudi (49), penyebab banjir di wilayahnya juga akibat tersumbatnya saluran di Dam Sipon.
“Ketinggian air antara 30 hingga 40 cm. Jika dilihat dari warna air yang gelap keruh, bisa dipastikan airnya justru naik. Ini juga mulai terlihat kenaikannya,” katanya.
Akibat banjir ini, siswa kelas 1-5 SDN Tempuran terpaksa diliburkan. Sementara khusus kelas VI wajib masuk karena menjelang ujian akhir sekolah. Belasan siswa kelas VI ini terpaksa harus menempati Masjid untuk belajar.
Saat ini Tim Tagana juga mulai membuat dapur umum guna menyuplai makanan kepada korban terdampak banjir Tempuran. (wo/joe)











