Peristiwa

Hujan Deras Menyebabkan Longsor Banjir Di Kecamatan Tempursari

×

Hujan Deras Menyebabkan Longsor Banjir Di Kecamatan Tempursari

Sebarkan artikel ini

 

 

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Hujan deras mengakibatkan longsor, di jalur Pronojiwo ke arah Tempursari Kabupaten Lumajang, Minggu (21/6/20).

Longsor di Desa Kaliuling itu pun menutup ruas jalan penghubung 2 kecamatan tersebut.

Menurut salah satu warga Ragil (27), yang memiliki usaha Cafe+free wi-fi Brontoseno diareal pasar tempursari, saat dikonfirnasi awak media mengatakan, hujan turun mulai pukul 15:00 Wib hingga 20:00 Wib, dan mengakibatkan air banjir dengan ketinggian 50 sampai 60 Cm, tanah longsor juga jembatan pun putus, bahkan juga banyak warung-warung yang terendam.

“Hujan deras mulai jam 03 sore sampai jam 08 malam, mulai banjir sekitar Jam 06 sore, dan sekira Jam 07 malam, banjir aliran air semakin besar banyak warung terendam, dan tanah longsor, jembatan di Purorejo juga putus, pokoknya tingginya air dijalan depan sini, kira-kira ada setengah meteran lah,” terang Ragil (Brontoseno), Senin (22/6/2020).

Dalam peristiwa tersebut, dirinya dan rekan-rekannya masih sempatkan waktu untuk mengabadikan kondisi yang sedang banjir dengan membuat moment, yaitu duduk santai sambil ngopi dalam posisi kaki dan meja kursi terendam banjir besar saat itu.

BACA JUGA :  "MENGINGAT 1000 HARI MENINGGALNYA SALIM KANCIL, PMII LAKUKAN DEMO KE KANTOR PEMKAB LUMAJANG"

“Pokoknya daerah pasar sini banjirnya lumayan besar, bahkan teman-teman tadi malam pas banjir, dibuat foto-foto dengan jagongan sambil santai ngopi dijalan itu, ya mungkin buat kenang-kenangan, karena gak pernah terjadi banjir seperti saat ini, “Kata Ragil lagi.

Wawan ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, ketika di konfirnasi melalui Handpone selulernya mengatakan, pihaknya membenarkan adanya peristiwa tersebut, bahkan dirinya juga menyatakan dampak derasnya hujan terjadi longsor di dua titik, yaitu diareal Desa Pundungsari, dan Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Lumajang.

“Betul ada 2 titik, longsor di Desa Kaliuling dan Desa Pundung sari, dimana yang di Kaliuling ketinggian material longsor antara 1-2 meter, dan yang di pundungsari ketinggiannya 1-2,5meter,” jelasnya.

Wawan juga mengatakan, setelah BPBD mendapatkan informasi dari Masyarakat dan Relawan, langsung koordinasi untuk mempersiapkan segala dan sesuatunya dengan menggeser alat berat kelokasi longsor.

“Setelah BPBD mendapatkan informasi segera berkoordinasi, dan malam itu kita menggeser alat berat dan kita langsung mengerjakan dengan anggota, sehingga siang sudah bisa dilalui,” tambahnya.

Dalam proses pembersihan tanah longsor yang memutuskan jalan Tempursari dan Pronojiwo untuk waktunya cukup lumayan, dan selain menggunakan alat berat juga dibantu dua unit mobil tangki menyemprot agar jalan tidak licin.

BACA JUGA :  Meninggalnya, Ibu Rumah Tangga Dan Anaknya Diduga Setelah Minum Racun Tikus

“Ya lumayan, mulai malam dikerjakan hingga bisa dilalui sekitar pukul, 09-10 Wib pagi lah, itupun dibantu oleh mobil tangki dua unit kita geser kesana untuk nyemprot pembersihannya agar tidak licin jalannya, “ ucapnya.

Lebih jauhnya lagi Wawan, ketika ditanya terkait antisipasi BPBD terhadap kejadian tersebut pihaknya menjelaskan, duimasa transisi ini, dalam musim penghujan bisa hujan sewaktu-waktu dengan intensitas tinggi disertai dengan angin, memang dari daerah Tamanayu sampai Kaliuling dan Pundungsari memang rawan dari pohon tumbang dan longsor.

“Karena tanahnya labil, jika ada hujan itu sedikit banyak pasti ada guguran, yang kemarin itu lumayan sehingga memerlukan alat berat,” jelasnya.

Antisipasi dari BPBD saat ini mensiagakan Relawan dan juga mensiagakan alat berat dilokasi untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, karena cuaca masih dipastikan hujan, dan untuk Masyarakat yang melewati jalur sana tetap waspada dan hati-hati karena potensi longsoran masih sangat mungkin,” pungkasnya. (Maria)