
Gresik,Sekilasmedia.com -Kunjungan kerja Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah di Pulau Bawean, hari kedua Jumat (19/11/2021), program Ngantor di Desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura.
Pada kesempatan ini, Wakil Bupati dam Kepala Dinas PMD Malahatul Fardah mendampingi Camat Sangkapura Samsul Arifin menyerahkan penghargaan Lunas Pajak tahun 2021 kepada Kepala Desa Kumalasa Idham Kholik.
Program Ngantor Desa merupakan salah satu program pemerintah Gresik Maju dalam rangka pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Gresik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat desa.
Hal ini, yang mendasari selain Bupati Gresik, juga Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang akrab disapa Bu Min untuk turun langsung ke desa-desa di Kabupaten Gresik. Maka selama 2 hari ini, di Pulau Bawean selama kunjungan kerjanya menyasar Desa Kumalasa di Kecamatan Sangkapura.
Menurut Bu Min, ditunjuknya Desa Kumalasa karena desa ini memiliki potensi terutama banyaknya lembaga pendidikan dalam satu wilayah.
” Desa Kumalasa memiliki 22 lembaga pendidikan dari TK sampai SMA/SMK dan pondok pesantren. Sehingga memiliki SDM yang lebih baik dari desa lainnya di Pulau Bawean. Selain itu, pemerintahan desa melalui Kepala Desanya berupaya meningkatkan pembangunan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik juga berpesan agar Kepala Desa beserta perangkatnya selalu berkolaborasi dan bekerjasama dengan stakehokder yang ada, sehingga pelaksanaan pembangunan secara fisik dapat dipenuhi untuk kepentingan masyarakat dan peningkatan PADesa.
Selain itu, bersama Bupati Gresik, Wabup mengungkapkan rencananya pulau Bawean tahun 2022 akan mencanangkannya sebagai pulau perintis pendidikan, wisata religi dan tempat penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten.
” Ide pencanangan Bawean sebagai pulau perintis pendidikan karena banyak lembaga pendidikan di sini sekaligus mendorong minat banyak warga yang bersekolah. Ditambah tempat wisata alam yang sangat indah dan banyak yang bisa menambah pendapatan desa,” terangnya.
Pada kesempatan ini, juga dilakukan serap aspirasi dari masyarakat desa Kumalasa, yang notabena mata pencaharian warganya sepeti petani dan nelayan.
Beberapa keluhan warga yang ditangkap seperti kebutuhan akan pelebaran pelabuhan tangkap ikan nelayan, asuransi alat tangkat dan perahu, gangguan hama babi hutan dan kera di lahan pertanian pinggir hutan.
Kepala Dinas PMD Malahatul Fardah menjawab menambahkan apa yang disampaikan Wabup, terkait pemtingnya kolaborasi antar lembaga pemerintahan di desa, juga dengan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pembangunan di desa.
Wabup bersama Kepala Dinas PMD meninjau kegiatan vaksinasi keoada lansia dan posyandu lansia sekaligus memberikan bansos sembako kepada warga kurang mampu. (rud)





