Daerah

Pembentukan Karakter Siswa, SMPN 2 Ngawi Gunakan Aplikasi Esperoplus

×

Pembentukan Karakter Siswa, SMPN 2 Ngawi Gunakan Aplikasi Esperoplus

Sebarkan artikel ini

 

Acara Lounching Aplikasi Esperoplus

 

Ngawi, Sekilasmedia.com – Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal yaitu Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Pendidikan karakter merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

Salah satu SMP di Ngawi yaitu SMPN 2 dalam membentuk karakter siswa membuat aplikasi bernama esperoplus dimana semua kegiatan siswa mulai bangun tidur sampai mau tidur ada disitu, kegiatan anak dapat terpantau karena peran orang tua yang akan memvalidasi itu benar atau tidaknya yang dilakukan anak didik.

Hery Supriyono, Kepala Sekolah SMPN 2 Ngawi mengatakan wujud implementasi program dari Mendikbud yaitu merdeka belajar yang ke 7 tentang sekolah penggerak, dari situ aplikasi Esperoplus dimuncul karena adanya kegalauan pendidik ketika masa pandemi komunikasi dengan siswa seolah terputus, salah satu tugas pendidik adalah membentuk karakter.

“ Sekolah penggerak merupakan katalis untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik melalui enam Profil Pelajar Pancasila. Program ini dirancang sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global “ ungkapnya.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0814/11 Sumobito Bantu Pembangunan Jalan di Desa Mlaras

Lebih lanjut, Hery menerangkan kami mencoba mewujudkan implementasi itu menjadi satu, sinergi mulai dari sekolah, siswa dan orang tua tercatat di aplikasi yaitu esperoplus, setiap kegiatan siswa tercatat 24 jam disana.

“ Kunci dari aplikasi adalah kejujuran dari orang tua, karena pembentukan karakter ini tidak ada hubungan dengan nilai raport “ ucapnya.

Menu kegiatan wajib yang dilakukan siswa dalam aplikasi ini adalah melaksanakan sholat shubuh, persiapan untuk ke sekolah, membantu orang tua, berangkat sekolah, mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka atau daring, mentaati tata tertib, pulang sekolah tepat waktu, melaksanakan sholat dhuhur, ashar, magrib dan isya’, membantu orang tua di sore hari, belajar di malam hari dan istirahat tidur malam tepat waktu.

Menu kegiatan tidak wajib yang dilakukan siswa dalam aplikasi ini adalah melaksanakan sholat dhuha, mengikuti pembelajaran tambahan (bimbel)/les, mengikuti ekstra kurikuler olah raga/seni, sholat malam, mengaji dan melaksanakan sholat sunah rowatib (sebelum/sesudah sholat fardhu).

“ untuk evaluasi, di akhir bulan bisa diunduh semacam grafik, nantinya Bimbingan Penyuluhan dan Bimbingan Konseling (BPBK) akan mengambil sikap dalam arti bisa melaksanakan pembinaan secara umum, pribadi dan orang tua “ jelasnya

BACA JUGA :  Wakil Bupati Sidoarjo Lepas Kontingen Saka Pramuka Ma'arif NU Sidoarjo

Dalam pelaksanaannya, kendala dalam menggunakan aplikasi adalah kurang pahamnya orang tua, tapi itu tersolusi dengan adanya group whatsapp (WA) tempat berdiskusi antar orang tua siswa dengan pendamping sekolah.

Dalam pembelajaran tatap muka mulai 50 hingga 100% , SMPN 2 Ngawi mengedepankan protokol kesehatan, serta adanya satgas covid mandiri.Kesehatan siswa diutamakan, terobosan dilakukan yaitu ada aplikasi esperomart atau layanan pesan antar makanan yang dilakukan pihak sekolah.

“ Itu semua untuk menjaga anak didik menjadi lebih baik, itu aset masa depan bangsa “ Pungkasnya.

Dinas Pendidikan berperan sangat penting dalam pengembangan aplikasi esperoplus, Sumarsono selaku Kepala dinas Pedidikan berharap dengan adanya aplikasi tersebut dapat membentuk karakter anak didik, ke depannya aplikasi itu akan dikembangkan dan sebarkan ke semua sekolah di Kabupaten Ngawi.

“ Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari orang tua dan pihak sekolah untuk menjadikan siswa menjadi baik “ jawab Sumarsono.

Menurut siswa dalam pelaksanaan aplikasi sangat membantu dalam pembentukan karakter, Dayinta Adisty membeberkan setiap kegiatan kita sehari-hari dipantau mulai dari pemantauan orang tua maupun sekolah.

“ Menurut saya aplikasi ini sangat membantu, kegiatan kami sebagai siswa menjadi lebih terpantau, masa pandemi gini yg bikin kegiatan sehari-hari kita juga jadi kacau, untung nya sekolah kami SMPN 2 NGAWI punya cara agar kendala yg ada bisa teratasi, pembentukan karakter juga jadi lebih maksimal ” Jelas Dayinta Adisty salah satu siswa prestasi.(BAMS)