Malang, sekilasmedia.com – Jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Kemantren dan Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kini bisa digunakan usai diresmikan oleh Bupati Malang, Sanusi beberapa pekan yang lalu.
Sebelum dibangun jembatan baru, dulu Desa Kemantren dan Desa Jabung, Kabupaten Malang dihubungkan dengan dua jembatan yang ukurannya lebih kecil. Satu jembatan merupakan buatan kolonial Belanda dan satu lagi jembatan yang lebih modern.
Dimana sebelumnya, jembatan ini sempat rusak selama kurang lebih lima tahun hingga tidak bisa dilalui truk berukuran besar.
Menurut Kepala Desa Jabung, Anik Sri Hartatik mengatakan kerusakan tersebut terjadi sekitar tahun 2018. Karena jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda mengalami kerusakan yang serius karena faktor usia jembatan itu sendiri.
“Sebelumnya, kedua jembatan digunakan oleh masyarakat. Namun setelah satu jembatan rusak, hanya satu yang dipakai,” terang Anik, Senin (27/03).
Meski salah satu jembatan masih bisa digunakan, namun apabila tidak segera diperbaiki, maka keduanya akan cepat rusak. Oleh karenanya, Anik berterima kasih pada Pemerintah Kabupaten Malang karena telah membangun kembali jembatan yang selama ini didambakan oleh masyarakat Desa Jabung.
Pembangunan jembatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Dimulai dari September 2022 hingga Desember 2022.
Anik berharap, dengan jembatan yang baru ini, perekonomian masyarakat bisa lebih meningkat. “Jembatan yang selama ini rusak itu kan merupakan jalur penghubung. Kami berharap, (dengan adanya jembatan baru ini) ekonominya masyarakat lebih meningkat lagi,” kata Anik.
Sementara ditempat terpisah menurut Bupati Malang, Sanusi bahwa peresmian tersebut menandakan bahwa jembatan peninggalan kolonial Belanda tersebut sudah selesai dikerjakan dan dapat digunakan secara umum.
“Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak,” kata Sanusi. (BAS)






