Mojokerto,Sekilasmedia.com-Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu Budha terakhir pada abad ke 13. Dalam sejarahnya, Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang wilayahnya hampir mecapkup seluruh Nusantara.
Bangunan bersejarah yang ditemukan di Situs Trowulan meliputi istana kerajaan, candi, makam, gapura, kolam, dan rumah-rumah penduduk. Seperti Candi Tikus yang sangat terkenal, Candi Menak Jingga, Candi Gentong dan sebagainya. Namun belum banyak yang mengetahui dikawasan tersebut juga ada pura peninggalan Kerajaan Majapahit yaitu berupa Pura Khayangan.
Memasuki kawasan pura di pusat pemerintahan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, langsung disambut Biksu yang menjaga di pura tersebut. “Pura ini adalah persinggahan dan tempat beribadah raja dan keluarga kerajaan Majapahit.” Kata Biksu. Di Pura Dalem Pusat Pemerintahan Kerajaan Majapahit ada pelinggih Siwa Parwati, dan pelinggih Ida Ratu Mas Magelung. Disisi lain ada gedong leluhur sabda palon yaitu Semar.
Biksu mempersilahkan saya masuk ke dalam ruangan yang digunakan untuk meminta hajat ke pada Tuhannya. “Ini di pegang dupa nya dan silahkan berdoa meminta sesuatu yang di inginkan, dan tujuan dari dupa ini di nyalakan saat berdoa, supaya doa kita bisa tersampaikan lewat asap dupa ini.” Kata Biksu sambil memegang Dupa.
Di Pura ini tampak perpaduan kuat antara ajaran Hindu dan Buddha. Pura ini merupakan Pusat Pemerintahan Kerajaan Majapahit dengan luas 1,5 hektar tersebut selain ditemukan senjata dan arca yang sebagian sudah mulai rusak, dikawasan tersebut juga ada lingga yoni, yang merupakan simbul dari pemujaan siwa. Kawasan Pura Pusat Pemerintah Majapahit tersebut diyakini sebagai tempat untuk sowan ke leluhur.
Tempat ini memang jarang ada yang mengunjungi, akan tetapi tempat ini masih di rawat rapi karena tempat ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ada beberapa momen haul yang di selenggarakan oleh Pura ini, selama satu tahun terlaksana 3-4 kali untuk memperingati haul.
Ada tiga pujawali yang dilaksanakan di pura ini yaitu, pujawali Pura Dalem Piodalannya di Purnama Kedasa, Pura Puseh Piodalannya di Buda, Wariga Warigadean dan Pura Desa pada Purnama Ketiga. “Tepat tanggal 8 April 2026 besok, kita ada acara haul yang di laksanakan di sini.” Kata Biksu.
Tempat bersejarah ini tidak ada batasan hari untuk datang mengunjungi dan melakukan ibadah.