
Batu, sekilasmedia.com– Aksi perampasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, berhasil diungkap jajaran Polres Batu. Pelaku berinisial AR (32) diamankan setelah merampas ponsel milik korban dengan dalih ganti rugi atas insiden kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/5/2024) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Abdul Manan Wijaya, Desa Pandesari. Saat itu, korban tengah berkendara bersama saudaranya dari arah Pasar Pujon menuju Dusun Sebaluh. Namun di tengah perjalanan, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak mobil Toyota Agya berwarna oranye.
Tak terima mobilnya ditabrak, pengemudi mobil tersebut yang belakangan diketahui sebagai AR, langsung meminta ganti rugi di tempat. Korban yang tidak membawa uang saat itu mencoba menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan di sebuah kafe terdekat, namun tawaran tersebut ditolak.
Tanpa banyak bicara, AR justru merampas ponsel milik korban dan langsung meninggalkan lokasi. Merasa dirampas secara paksa, korban pun segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Satreskrim Polres Batu bergerak cepat dan berhasil mengamankan AR. “Korban melapor dan kami langsung bergerak. Pelaku sudah berhasil kami amankan,” ungkap Kasatreskrim Polres Batu, AKP Rudi Kuswoyo, Senin (19/5/2024).
AKP Rudi menjelaskan, AR kini sedang dalam pemeriksaan dan dijerat Pasal 368 KUHP tentang perampasan. “Pelaku kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata membenarkan penangkapan tersebut dan mengapresiasi kecepatan kerja anggota di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika mengalami tindak kekerasan atau premanisme.
“Jangan takut melapor. Kami siap memberikan perlindungan dan menindak tegas pelaku kejahatan,” tegas AKBP Andi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan darurat melalui hotline Polri di nomor 110.
Dengan kecepatan dan ketegasan Polres Batu dalam menangani kasus ini, diharapkan rasa aman masyarakat semakin meningkat dan aksi premanisme dapat ditekan seminimal mungkin. (*)





