Mojokerto, Sekilasmedia.com — Berdiri megah di tengah kawasan bersejarah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Candi Brahu menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit. Candi yang terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan ini menyimpan nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi, serta terus menarik minat wisatawan dan peneliti dari berbagai daerah.
Menurut data dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Candi Brahu diperkirakan dibangun pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi dan merupakan salah satu peninggalan bercorak Buddha yang masih terawat hingga kini. Bangunan candi terbuat dari bata merah dengan denah persegi panjang berukuran sekitar 18 x 22,5 meter dan tinggi mencapai 20 meter.
“Candi ini diperkirakan dahulu berfungsi sebagai tempat upacara keagamaan atau kremasi raja-raja, meskipun hingga kini belum ditemukan sisa abu jenazah di dalamnya,” ujar seorang arkeolog dari Mojokerto.
Nama Brahu diyakini berasal dari kata “Warahu” atau “Wanaru”, yang tercantum dalam Prasasti Alasantan bertanggal 861 Saka (939 Masehi), yang ditemukan tak jauh dari lokasi candi. Prasasti tersebut menyebutkan adanya bangunan suci di wilayah tersebut, menguatkan dugaan bahwa kawasan ini adalah pusat aktivitas keagamaan pada masa lampau.
Pemugaran Candi Brahu dimulai pada tahun 1990-an dan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan pihak terkait rutin melakukan perawatan, termasuk pembersihan lumut dan rumput liar untuk menjaga kelestarian struktur bangunan.
Di sekitar candi juga ditemukan struktur pagar kuno yang menunjukkan bahwa dulunya Candi Brahu berada dalam kompleks bangunan suci yang luas. “Ini memperkuat dugaan bahwa Brahu merupakan bagian dari lingkungan kerajaan atau pusat spiritual Majapahit,” tambahnya.
Kini, Candi Brahu menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Mojokerto. Lokasinya yang mudah dijangkau dan fasilitas yang terus ditingkatkan menjadikan candi ini ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara pun kerap menyempatkan diri untuk mengagumi keindahan dan sejarahnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga berupaya mendorong pengakuan Candi Brahu sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO, bersama dengan situs-situs Majapahit lain di kawasan Trowulan.





