Mojokerto,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPKAD resmi meluncurkan aplikasi Awanabumi (Aplikasi Manajemen Aset Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna) sebagai langkah digitalisasi pengelolaan aset daerah.
Iwan Abdillah, Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto, menjelaskan aplikasi ini bertujuan mempermudah proses penyewaan dan pemanfaatan aset milik daerah secara transparan dan akuntabel. Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tercatat, pada 2025 PAD dari sewa Barang Milik Daerah (BMD) mencapai Rp281.799.600 dan melampaui target. Melalui Awanabumi, Pemkab menargetkan peningkatan PAD di tahun berjalan.
Sebanyak 167 bidang tanah kini dapat diakses publik melalui aplikasi, terdiri dari 113 lahan pertanian dan 55 eks lahan waduk.
Informasi dilengkapi foto, video, serta peta lokasi berbasis Google Maps dan dokumentasi drone.
Muhammad Al-Barra atau yang akrab disapa Gus Barra menyebut Awanabumi menjadi terobosan untuk membuka peluang investasi. Investor dapat melihat langsung potensi aset daerah, termasuk pengembangan sektor pertanian hingga usaha produktif lainnya.
Selain Awanabumi, Pemkab juga menghadirkan aplikasi Kinasih untuk mempercepat proses perizinan investasi berbasis digital.
Kedua inovasi ini diharapkan memperkuat iklim investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.
Dalam kesempatan ini juga tampak hadir dan sekaligus penandatanganan MoU yakni Kancab Bank Jatim Mojokerto Tutik dan Direktur Utama Bank Majatama Tri Hardianto, SE., SH., MH..